Taman Budaya untuk Gairahkan Seni Daerah

Syarief Oebaidillah
08/9/2016 07:45
Taman Budaya untuk Gairahkan Seni Daerah
()

KEBERADAAN taman budaya penting dan strategis sebagai rumah budaya para pegiat seni budaya di daerah dan Tanah Air. Dalam perkembangannya, dibutuhkan perhatian serius pemerintah daerah agar seni budaya berkembang seirama dengan pembangunan fisik lainnya.

"Setelah era otonomi daerah (otda) ternyata kegiatan seni budaya di taman budaya kurang mendapat perhatian pemda. Maka, aktivitas taman budaya ini di Manado kita harapkan mampu membangkitkan kesadaran kita dan memberi inspirasi pentingnya peran seni budaya dalam pembangunan daerah," kata Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Endang Caturwati, kepada pers seusai pembukaan Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) Ke-4 di Taman Budaya Manado, Sulawesi Utara, kemarin (Rabu, 7/9).

Menurut Endang, untuk menggiatkan kembali taman budaya di 34 provinsi, pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendagri mesti duduk bersama membahas hal tersebut. Pasalnya, banyak pengaduan ke pihaknya bahwa para seniman daerah menjerit dan minta aktivitas seni budaya kembali dikelola pusat.

"Jadi kita perlu duduk bersama Kemendikbud dan Kemendagri agar taman budaya di daerah bergerak aktif lebih baik ke depan," cetus Guru Besar Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung itu.

Meski begitu, Endang menyatakan tidak semua pemerintah daerah pasif dan ogah-ogahan mengelola taman budaya. Ia mencontohkan antara lain Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang aktif menghidupkan taman budaya.

Bahkan, Pemkot Surakarta membuat wisma seni yang dapat disewa penikmat seni dengan fasilitas memadai dan harga murah. "Taman budaya sebagai wahana aktivitas seni budaya idealnya mempunyai galeri dan wisma seni."

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandaou, dalam acara tersebut menyatakan pihaknya akan berkomitmen berkontribusi membangun dan mengaktifkan taman budaya. "Sungguh saya kaget galeri Taman Budaya Manado bangunannya masih primitif," kata Steven.

Steven yang baru menjabat ini berjanji berupaya menyiapkan anggaran memadai bagi pengembangan Taman Budaya Manado. "Kegiatan ini diisi pelaku seni budaya. Mereka orang yang humanis yang menghargai semua ciptaan Tuhan pada sesama. Maka momentum ini meningkatkan apresiasi humanisme kita semua yang mesti kita rawat dan pelihara."

Memprihatinkan
Cagar budaya sebagai salah satu bentuk fisik eksistensi berbagai kebudayaan dan sejarah Indonesia masih dalam kondisi memprihatinkan.

Dari sebanyak 6.720 cagar budaya yang terdaftar di Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, lebih dari 50% di antaranya dalam kondisi buruk dan perlu segera direnovasi.

Per Juli 2016 telah tercatat sudah 6.720 cagar budaya yang terdaftar di seluruh Indonesia. "Saat ini anggaran kebudayaan di Indonesia hanya Rp1,8 triliun per tahun. Jumlah tersebut dianggap tidak dapat mengover kebutuhan bagi seluruh masyarakat setiap daerah," ungkap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam Seminar Nasional Kebudayaan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (6/9).

Hilmar berupaya menyertakan aturan tata kelolanya dalam RUU Kebudayaan yang saat ini tengah dibahas.(Pro/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya