Inggris Segera Uji Coba Bus Listrik

Mashable.com/Zuq/L-2
22/8/2015 00:00
Inggris Segera Uji Coba Bus Listrik
()
SAAT penyair Romawi Gaius Valerius Catullus ( 84-54 SM) menulis viam vorabit (melahap jalanan), ia memaksudkannya sebagai perjalanan.

Namun jika secara harfiah diartikan sebagai 'makan jalan', bisa jadi itu yang bakal berlaku di Inggris.

Sebab, pemerintah Inggris tengah menguji coba teknologi transfer daya nirkabel dinamis.

Itu memungkinkan mobil elektrik mengisi tenaga sembari terus melaju di jalanan tanpa perlu berhenti.

Teknologi itu membutuhkan instalasi kabel listrik yang terhubung ke kumparan di bawah permukaan jalan.

Kumparan dalam tanah akan memancarkan medan elekromangnetik.

Perangkat dalam mobil kemudian menangkap gelombang tersebut dan mengubahnya menjadi daya listrik.

Uji coba menurut rencana dimulai pada akhir tahun ini dan berlangsung selama 18 bulan.

Pemerintah dan perusahaan pengelola jalan tol di Inggris merencanakan uji coba di jalan tersibuk di Inggris.

Mereka berharap teknologi transfer daya bakal memecahkan salah satu problem klasik mobil listrik, yakni masa isi daya yang membutuhkan waktu lama.

Pemerintah Inggris berkomitmen untuk mengalokasikan dana sebesar 500 juta pound sterling untuk uji coba tersebut.

Nantinya, semua kendaraan uji coba bakal diinstal perangkat nirkabel, sedangkan jalanan yang bakal diinstalasi sepanjang 20 mil (32,1 km).

Teknologi ini sangat potensial.

Pasalnya, ia bisa bekerja pada semua jenis kendaraan.

Selain itu, tidak terlalu banyak risiko jika dibandingkan dengan instalasi teknologi di atas permukaan tanah.

Instalasi bawah tanah tidak akan mengganggu bangunan, berisiko tabrakan, ataupun sengatan listrik.

Tidak ada kabel berseliweran dan yang paling penting efisiensi waktu.

Bayangkan berapa waktu yang terbuang untuk sekadar berhenti guna mengisi daya mobil listrik.

Sebenarnya, penerapan teknologi nirkabel untuk pengisian daya mobil listrik bukanlah hal baru.

Korea Selatan lebih dulu melakukan uji coba teknologi dengan konsep sama bernama Shaped Magnetic Field in Resonance (SMFIR).

Inggris sudah mulai dengan gelontoran dana guna instalasi teknologi transfer daya nirkabel dan Korea Selatan dengan jalanan Kota Gumi yang mampu membuat bus listrik terus bergerak.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tampaknya, rakyat Indonesia harus bersabar lebih lama lagi. Terlalu banyak yang harus dibenahi.

Mobil listrik belum lazim di Indonesia.

Selain itu, fokus juga masih berkutat pada tambal sulam aspal jalanan yang bolong-bolong dan bus yang sering terbakar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya