Berharap PT Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

MI
21/8/2015 00:00
Berharap PT Indonesia Masuk 10 Besar Dunia
(Kampus UI--Wikipedia)
PERGURUAN tinggi (PT) Indonesia diharapkan mampu masuk peringkat 10 besar dunia. Untuk merealisasikan hal itu antara lain dengan mengubah pola pikir dari pemerataan menjadi national competitivenes (memiliki kompetensi nasional).

"National competitiveness ini menjadi penting karena bangsa-bangsa di dunia kini sudah mulai memasuki era keterbukaan dan borderless," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir di Universitas Negeri Makassar, Sulsel, kemarin (Kamis, 20/8/2015).

Menurut Nasir, cara untuk mengukur kompetensi nasional dapat dilihat dari skill worker (keterampilan tenaga kerja). "Lihat dosen yang dimiliki, kualifikasi doktor berapa banyak, sudahkah mencapai 50%? Kalau masih kurang, harus ditingkatkan."

Selain itu, sambungnya, inovasi (penemuan hasil riset). "Apabila banyak terjadi inovasi dalam suatu negara, akan berdampak langsung pada kompetensi nasional. Inovasi itu harus lebih banyak lahir dari perguruan tinggi jika dibandingkan dengan pihak lainnya," kata dia.

Hasil riset dan inovasi tersebut harus bisa diserap oleh kalangan industri dan diproduksi secara massal. Untuk menggiatkan riset di perguruan tinggi, kata Menristek Dikti, harus memenuhi beberapa kriteria, seperti dosen yang berkualitas.

Ia mengutarakan perguruan tinggi yang baik memiliki dosen yang berkualitas yang ditunjang pula oleh kompetensi, riset, dan publikasi. "Jangan pernah melakukan plagiarisme karena itu barang haram bagi dunia pendidikan."

Perguruan tinggi yang baik, menurutnya, perlu didukung infrastruktur yang dimiliki. "Ini semua saling terkait dalam tata kelolanya."

Pemerintah, lanjut Nasir, sangat mendukung penelitian (riset) yang dilakukan dari up stream ke down stream dan industri sehingga memberi manfaat bagi masyarakat serta negara. Menristek Dikti juga mengharapkan agar mahasiswa memperbanyak waktu untuk belajar.(RO/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya