CEO WWF Indonesia Efransjah mengimbau agar pemerintah lebih fokus pada energi baru dan terbarukan, khususnya sebagai sumber tenaga listrik. Pasalnya, memanfaatkan air, matahari, dan panas bumi lebih ramah lingkungan ketimbang energi yang berasal dari tenaga fosil.
Hal itu juga dapat membantu mengurangi pembukaan lahan dan sumbangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dapat berdampak pada perubahan iklim. "Persoalannya mungkin pada investasi, tapi kan itu bisa diakali lewat kerja sama dengan berbagai pihak," katanya di Jakarta, kemarin (Kamis, 20/8/2015).
Energi fosil, lanjutnya, telah menyebabkan kerusakan lingkungan, mulai lokasi eksploitasi hingga pencemaran udara. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah berkonsentrasi penuh pada pemanfaatan sumber daya alam sebagai pembangkit energi. "Apalagi, kita sebagai negara yang sedang disorot karena keinginan kita dalam mengurangi GRK sebesar 26% hingga 2020 nanti," tambahnya.(Ric/H-1)