Ikhlas, Ini Merupakan Ketentuan Allah...

Lina Herlina/X-5
05/9/2016 07:31
Ikhlas, Ini Merupakan Ketentuan Allah...
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

SEDIH. Itulah yang tersirat pada diri Sessu Boda Widdi, pria asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Di usianya kini, 64 tahun, ia semula senang karena akan segera 'bergelar' haji.

Namun, niatnya melaksanakan rukun Islam kelima itu urung lantaran tertahan di Filipina.

Sessu terus tertunduk, sesekali mengucek hidungnya yang berair dan mengusap matanya yang memerah karena menahan air mata.

Ia juga berulang kali memperbaiki letak songkok hitam di kepalanya.

Di sampingnya, pria paruh baya, Nurdin Falla Colle, mengusap-usap punggung Sessu sambil menghiburnya.

Meski sedih karena batal berhaji, mereka agak terhibur karena bisa kembali ke kampung halaman setelah lima hari berada dalam penjara di Filipina.

Keduanya merupakan bagian dari 95 calon jemaah haji yang dipulangkan ke Sulsel dari keseluruhan yang berjumlah 177 orang.

Sembilan calon jemaah haji, hingga kemarin, masih berada di Manila untuk dimintai keterangan oleh aparat terkait dengan kasus tersebut.

Saat diajak bicara, Sessu kembali terisak, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Nurdin yang tampak tegar mengatakan dirinya merasa lega karena telah tiba kembali di Tanah Air.

"Dipenjara seperti kerbau, kayak mau ditembak orang. Waktu tahu mau dipulangkan, saya rasa sudah enak," ujarnya dengan bibir bergetar.

Ia menjelaskan, saat akan berangkat beribadah haji, mereka membayar ke biro travel Rp140 juta.

Namun, meskipun akhirnya batal, Nurdin mengaku telah mengikhlaskan uang tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu sudah ketentuan Allah.

Ia hanya bisa berharap Allah memberikan kesempatan sehingga dirinya bisa menunaikan ibadah haji.

Calon jemaah haji lainnya, Andi S Arif, memaparkan sebenarnya perjalanan rombongan (177 orang) ke Arab Saudi tinggal selangkah karena semua sudah bersiap naik pesawat di Bandara Ninoy Aquino, Manila.

Namun, ada seorang calon jemaah lupa mengisi form yang diberikan pihak Imigrasi Filipina.

"Itulah sebabnya kami diinterogasi lebih mendalam. Kita tidak tahu bahasa Tagalog," tegasnya dengan nada menyesal.

Kesedihan memang tidak hanya dirasakan Sessu dan Nurdin, tapi juga semua calon jemaah haji Sulsel yang kemarin tiba di Bandara Hasanuddin, Makassar.

Bahkan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang menjemput mereka pun bercucuran air mata karena menahan haru.

Syahrul mengaku bersyukur atas kepulangan mereka dan dirinya berjanji akan membela.

Menurutnya, rakyat yang berniat beribadah haji tidak salah. Yang salah para penentu kebijakan yang mengurus rakyat.

Di akhir sambutannya, Syahrul meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel untuk memperhatikan jemaah dan ia tidak mau rakyat disusahkan.

Syahrul pun berharap semua pihak mengantisipasi supaya kejadian itu tidak terulang.

"Kita berharap masyarakat jangan tergiur karena proses haji itu ada aturannya, ada caranya, dan harus dilakukan dengan cara legal," pesannya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya