Modus Baru Ijazah Palsu Diungkap

MI
19/8/2015 00:00
Modus Baru Ijazah Palsu Diungkap
(MI/Angga Yuniar)
TIM satgas ijazah palsu yang dibentuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyelidiki modus baru tindak kejahatan pemalsuan ijazah. Apalagi, baru-baru ini, satgas ijazah palsu menemukan modus baru, yakni salah ketik ijazah.

Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim menyampaikan modus ijazah palsu dengan salah ketik itu diketahui saat timnya sedang melakukan penyidikan keaslian ijazah salah seorang pegawai di sebuah lembaga keuangan.

"Terkait data-data hasil temuan ijazah itu sudah kami serahkan kepada lembaganya. Namun, kami (satgas) tetap akan menyelidiki modusnya," ujar Ainun saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, modus itu dibeberkan langsung oleh universitas bersangkutan. Sayangnya, Naim enggan menyebutkan identitas perguruan tinggi itu.

Pun, jika hasil penyelidikan sudah didapatkan secara lengkap, pihaknya barulah akan mengungkap setiap faktanya. Sementara ini, tim akan terus bekerja berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. "Nanti kami sampaikan ke masyarakat kalau sudah selesai semua," tegas Naim.

Saat dihubungi secara terpisah, Menristek Dikti M Nasir menegaskan tidak ada istilah salah ketik dalam pembuatan ijazah. Karena itu, pihaknya terus menyelidiki.

Seiring dengan penyelidikan yang terus berlanjut, kata Nasir, pegawai yang juga salah seorang pejabat eselon II di lembaga keuangan itu kini sudah dibebastugaskan.

"Saya tidak mengatakan (lembaga) OJK, yang jelas otoritasnya di bidang keuangan. Kampusnya ada, tapi nama dan nomor ijazahnya tidak sesuai," pungkas Nasir.

Hingga saat ini, Kemenristek Dikti sudah membekukan izin operasional enam perguruan tinggi swasta terkait dengan kasus ijazah palsu. Dua perguruan tinggi berada di Jakarta, satu perguruan tinggi di Medan, Sumatra Utara, dan tiga perguruan tinggi di Jawa Timur.(Mut/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya