Pertamina akan Tambah Tangki Minyak Mentah di Dumai
Jesica Sihite
18/8/2015 00:00
(ANTARA/Rosa Panggabean)
PT Pertamina (persero) akan menambah satu tangki minyak mentah yang dibangun dan tiga tangki sewa di Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau. Penambahan tangki-tangki tersebut bertujuan menambah pasokan minyak mentah untuk diolah menjadi produk bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Pengolahan Pertamina Rachmat Hardadi mengungkapkan pihaknya akan menyewa tiga tangki penyimpanan minyak mentah dari PT Chevron Pacific Indonesia yang sudah tidak terpakai. Tiga tangki itu masing-masing berkapasitas 170 ribu barel per hari (bph). "Sementara itu, satu tangki penyimpanan minyak mentah yang kita bangun nanti berkapasitas 600 ribu barel per hari (bph)," ujar Hardadi di Dumai, Riau, Jumat (14/8). Jika diakumulasikan, keempat tangki itu mampu menampung minyak mentah sampai 1,1 juta barel. Dengan penambahan suplai minyak sebesar itu, Hardadi berharap nilai keekonomian Kilang Dumai bisa meningkat.
Suplai untuk tangki-tangki tersebut, lanjut Hardadi, nantinya akan dibuka dari pihak luar. Selama ini, suplai yang masuk ke RU II Dumai hanya berasal dari Chevron, yakni sebesar 120 ribu bph. Namun, lambat laun produksi minyak mentah Chevron semakin menurun sehingga kapasitas kilang tidak terpakai secara penuh.
Lebih lanjut, Hardadi menjelaskan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengizinkan Pertamina menyewa tangki milik Chevron. Saat ini kedua pihak masih bernegosiasi soal harga sewa.
Di tempat yang sama, General Manager RU II Dumai Afdal Martha menuturkan penyewaan tangki bekas itu bisa menghemat biaya pokok produksi kilang Dumai. Pada Mei dan Juni lalu, RU II Dumai baru saja menghasilkan efisiensi dengan hanya mengeluarkan biaya pokok produksi sebesar 95% mean of platts Singapore (MOPS), sedangkan biaya pokok produksi kilang Singapura sebesar 100% MOPS.
Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki tangki sewa itu bisa mencapai US$38 juta. Ia menargetkan perbaikan tangki selesai pertengahan 2016 dan pembangunan tangki penyimpanan baru selesai akhir 2015.(Jes/E-3)