Karang Taruna Masa Kini

Her/AR/Far/M-3
16/8/2015 00:00
Karang Taruna Masa Kini
Aktivitas anggota Karang Taruna Ujung Berung di Bandung, Jawa Barat.(MI/Immanuel Antonius)

SEPERTI umumnya jalan di antara hamparan sawah, jalan itu hanya bisa dilintasi satu mobil. Namun, saban minggu di Jalan Ciporeat, Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, itu berlaku aturan layaknya di kota metropolitan, yakni car free day.

Sebagai gantinya, dagangan hasil bumi memenuhi jalanan. Inilah gelaran mingguan Pasar Wisata Alam yang menjadi sarana berdagang sekitar 200 warga lokal. Berlangsung sejak 2012, pasar itu juga menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga Kota Bandung.

Tidak hanya pasar, digelar pula Kampung Tradisi Ciwaru dan Kampung Kuliner. Lalu Sabtu (8/8) malam, digelar bioskop alam yang bertujuan menarik minat anak muda. Hebatnya, semua dobrakan itu merupakan program karang taruna setempat, karang taruna (KT) Wiwaha Mukti.

"Saya yakin urusan karang taruna lebih dari sekadar lomba panjat pinang atau balap karung. Saya dan teman-teman lalu berdiskusi dan melahirkan inisiatif-inisiatif," tutur Asep Kurnia Akbar, Ketua KT Wiwaha Mukti, kepada Media Indonesia, Sabtu (8/8).

Lewat diskusi itu mereka sepakat ingin mengangkat berbagai potensi yang sebenarnya memang sudah ada di desa itu, baik hasil bumi maupun kesenian.

Gayung bersambut, warga dan pemerintah setempat ikut mendukung.

KT inovatif juga bergeliat di Jakarta, Yogyakarta, dan Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).

KT Tunas Harapan Bersama di desa terpencil Sungaikumpai, Kalbar, bahkan bisa mendirikan rumah baca dan lima taman pendidikan Alquran yang dibuka gratis.

Lewat KT, para pemuda ini telah menunjukkan nasionalisme yang nyata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya