Musik Klasik dari Film Lintas Zaman sebagai Kado Kemerdekaan

Putri Rosmalia Octaviyani
28/8/2016 22:01
Musik Klasik dari Film Lintas Zaman sebagai Kado Kemerdekaan
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDONESIA Raya menjadi lagu pembuka pada konser Simfoni untuk Bangsa 2016. Pertunjukkan yang digelar untuk ketujuh kalinya tersebut disajikan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa melalui permainan musik klasik. Sebanyak 38 pemain musik dan 109 penyanyi turut meramaikan pertunjukkan tersebut.

Pertunjukkan yang selalu digelar dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan tersebut, tahun ini mengangkat tema musik film Indonesia.

Mulai dari film modern yang belum lama muncul, film era 70-an. Iringan alat dan instrumen musik klasik membuat lagu-lagu tersebut terdengar lebih megah.

"Saya berharap dengan digelarnya konser ini masyarakat Indonesia dapat lebih mengapresiasi musik klasik," ujar Avip Priatna, konduktor yang memimpin serta menginisiasi pelaksanaan pertunjukkan tersebut setiap tahunnya, selepas acara yang dihelat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, kemarin.

Avip mengatakan, meski musik klasik hingga saat ini belum terlalu populer di Indonesia, tetap banyak kalangan yang mampu membawakan jenis musik tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi juga telah ditorehkan oleh kelompok paduan suara musik klasik bernama The Resonanz Music Studio (TRMS) yang dibawahinya.

"Pagelaran konser ini saya harapkan dapat menyajikan pilihan hiburan musik berkelas bagi masyarakat Indonesia. Tanpa mengurangi rasa nasionalisme dan unsur kebangsaan," ungkap Avip.

Tidak hanya TRMS, dalam pertunjukkan yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut, beberapa musisi lain yang turut tampil di antaranya Jakarta Concert Orchestra (JCO), Batavia Madrigal Singers (BMS), serta beberapa penyanyi solo seperti Stefani Yang, Renno Krisna, Teddy Panelewen, dan beberapa penyanyi lain yang seluruhnya tampil dengan sempurna.

Sementara itu, jenis lagu yang dibawakan juga bervariasi. Mulai dari lagu bertema cinta yang pernha populer sebagai sountrack film-film garapan Melly Goeslaw, lagu-lagu nasional ciptaan Ismail Marzuki dan H Mutahar, dangdut karya Rhoma Irama yang selalu menghiasi filmnya, hingga lagu Andeca-andeci yang sangat identik dengan film komedi fenomenal dari grup lawak Warkop DKI.

"Lagu-lagu yang nyatanya sudah mulai dilupakan orang yang kami sajikan," tutur Avip.

Selain memberikan kado kemerdekaan serta hiburan bagi pecinta musik klasik di tanah air. Konser tersebut juga diharapkan dapat menjadi ajang berlatih dan mengasah diri bagi musisi muda yang ingin lebih banyak berkarya di musik klasik.

"Kami juga ingin memberikan kesempatan bagi komposer-komposer dan arrenger muda untuk membuat suatu karya baru setiap tahun, salah satunya melalui konser kami ini," tutup Avip. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya