Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS muda asal Sumatra Barat, Jombang Santani Khairen (JS Khairen), kembali menelurkan karya terbaru. Novel ketiganya berjudul Ninevelove menggunakan percampuran sastra dan gaya penulisan modern. Novel itu juga mendapat respons baik dari pembaca.
Novel Ninevelove menceritakan romansa segi banyak dengan tokoh sentral tiga sahabat; Dewi, Guruh, dan Joven. Mereka bertiga tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yang menjadi tempat tumbuhnya rasa cinta dan benci. Dewi yang awalnya benci betul pada Joven tersentak ketika melihat Dinda, kekasih Joven, sedang diinterogasi kakak kandungnya yang melarang hubungan mereka.
Dewi selalu menceritakan kisahnya pada sang ibu lewat saluran telepon? Ia yang begitu menginginkan Guruh dan begitu membenci Joven justru berbalik pada suatu kejadian. Melihat ketulusan Joven pada Dinda serta semua keburukan Joven yang selama ini ada di kepala Dewi ternyata hanyalah pandangan orang lain. Itu membolak-balikkan hati Dewi.
Kisah rumit yang dituturkan dengan cara sederhana itu membuat kita belajar, yang layak kita cintai belum tentulah orang yang diinginkan, melainkan dia yang butuhkan, yang selalu ada menjadi bahu dan telinga. Itulah hakikat kesejatian hati.
Novel yang ditulis dengan percampuran sastra dan gaya penulisan modern ini mendapat respons baik dari pembaca. Ini karena penulis muda itu menggunakan media Instagram secara unik dan kreatif untuk menampilkan karya dan mempromosikan buku-bukunya sehingga tidak sedikit pengguna Instagram yang mem-posting ulang tulisan-tulisan JS Khairen. Untuk novel ini, berikut beberapa kutipan yang ada di akun Instagram @JS_Khairen.
'Beri aku janji paling abadi, maka akan aku tampung setiap tetes embun yang tertempel pada ujung-ujung ilalang, sepanjang usiaku', bunyi salah satu kutipan novel ini yang ia tulis dengan mesin tik dan ditampilkan dalam foto yang apik. Kemudian ada pula kalimat lainnya yang tak kalah indah, seperti, 'sedang belajar berlari agar aku tak perlu takut lagi jika engkau pergi'.
Ada pula yang ditulis dengan tangan, seperti, 'Kau merobek hatiku dengan berlian, logam terkuat itu, namun tak berbekas', dan, 'Kita bertemu pastilah karena sebuah alasan, entah itu anugerah atau justru sebuah pelajaran'. Ditambah lagi, itu diracik dengan paduan fotografi yang apik.
Kesimpulannya, novel itu sangat cocok dibaca anak muda yang sedang berada dalam fase transisi cinta monyet menuju cinta yang sungguh-sungguh. Anda tidak akan dibosankan karena tiap pembatas bab ini dibubuhi foto dan kutipan yang indah.
Ninevelove ditulis dengan hati oleh novelis muda JS Khairen. Novelnya yang ketiga ini setebal 336 halaman dan tetap diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (2016).
Alumnus FE-UI 2014 itu menyebut menulis buku susah-susah gampang. Bagi asisten Prof Rheland Kasali itu, menulis bukanlah hal baru. Sebelumnya, JS Khairen pernah menelorkan novel Bunda Lisa: Samudra dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi (2014) dan Karnoe: Sejarah tidak Tertulis di Balik Nama Besar (2013).
Ia mulai mengarungi dunia penulisan semenjak kecil. Sosok sang ayah yang berprofesi sebagai wartawan ialah guru besarnya.
Kemampuan itu makin terasah ketika ia bergabung denga Economica, sebuah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik keilmuan di kampusnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved