Kementerian Agama Luncurkan Aplikasi Alquran Digital

Basuki Eka Purnama
24/8/2016 16:24
Kementerian Agama Luncurkan Aplikasi Alquran Digital
(MI/Ramdani)

LAJNAH Pentashihan Mushaf Alquran Balitbang dan Diklat, Kementerian Agama, akan meluncurkan aplikasi Alquran digital, dengan sebutan Quran Kemenag pada 30 Agustus 2016.

Peluncuran Quran Kemenag tersebut bertepatan dengan diselenggarakan Seminar Internasional Alquran, sekaligus memperingati 1.450 tahun turunnya Alquran.

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Bidang Pengkajian Alquran Balitbang Kemenag Mukhlis M Hanafi di Jakarta, Rabu (24/8).

Quran Kemenag adalah aplikasi Alquran digital yang pertama kali dibuat oleh Kemenag c.q. Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat.

Aplikasi itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mushaf Alquran yang berbentuk digital.

Aplikasi itu tersedia dalam format Android, web, dan iOS.

Di samping menyajikan teks Alquran lengkap 30 juz, aplikasi itu juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlili (30 juz) dan ringkas, suara murattal Alquran dari Syekh Mahmud Khalil al-Husairy, dan asbabun nuzul.

Tulisan Alquran yang digunakan dalam aplikasi ini bersumber dari Mushaf Alquran Suharto yang dalam penulisannya mengikuti Mushaf Alquran Standar Indonesia.

Mushaf Alquran Standar Indonesia adalah Mushaf Alquran yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Alquran yang berlangsung 9 kali dari 1974 hingga 1983 dan dijadikan pedoman bagi mushaf Alquran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama.

Adapun Terjemahan Alquran yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Alquran dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kemenag.

Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Alquran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama, ujar Muchlis.

Tafsir Ringkas Alquran Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama dengan bekerja sama dengan Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta.

Saat ini, ia menjelaskan, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30 akan ditambahkan nanti setelah edisi cetaknya diterbitkan pada lahir 2016.

Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Alquran yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama pada 2015.

Riwayat-riwayat tentang Asbabun Nuzul yang dimuat dalam buku tersebut merupakan riwayat yang dapat diterima (maqbul). Di samping itu, juga dipilih riwayat yang secara jelas (sharih) menerangkan bahwa satu atau beberapa ayat itu turun berkaitan dengan peristiwa yang terjadi ketika itu. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya