Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS Partai NasDem Taufiqulhadi menantang pemerintah untuk membuat Undang-undang baru khusus larangan merokok. Taufiq tidak setuju wacana kenaikan harga rokok cuma untuk menekan jumlah perokok.
"Kalau itu alasannya, menurut saya itu salah," kata Taufiq dalam Program Primetime News Metro TV, Selasa (23/8).
Taufiq mengatakan, alasan kenaikan harga rokok harus realistis. Sebab, perokok berat akan menggunakan berbagai cara untuk tetap mengonsumsi rokok, bahkan dengan cara ilegal.
"Akhirnya, target kita menurunkan perokok tidak mampu, kemudian target cukai kita juga tidak tercapai," tuturnya.
Dia menilai, setiap tahun, harga rokok selalu naik. Namun, kenaikan yang signifikan membutuhkan alasan yang kuat.
Berdasarkan keterangan Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Marisi Zainuddin Sihotang, kenaikan cukai rokok rata-rata 13% per tahun.
"Kenaikan harga rokok mungkin tidak terhindarkan. Cepat atau lambat akan terjadi kenaikan. Jadi, pasti akan terjadi penyesuaian harga. Tapi, saya ingin katakan, kalaupun kenaikan harga dilakukan bukan karena alasan untuk mengurangi perokok di Indonesia," tandas Taufiq.
Wacana kenaikan harga rokok muncul setelah Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian.
Dalam risetnya, sebanyak 46% perokok bakal berhenti merokok jika harganya dinaikkan sebanyak 300% dari harga saat ini.
Dari survei juga diketahui bahwa 80,3% atau 976 responden mendukung kenaikan harga dan cukai rokok untuk membiayai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dukungan diberikan karena anggaran JKN selalu defisit setiap tahunnya.
Survei dilakukan terhadap 1.000 orang pada Desember 2015 hingga Januari 2016. Survei bertujuan mengetahui pendapat masyarakat tentang kenaikkan harga maupun konsumsi rokok.
Diketahui 41,3% responden mengonsumsi rokok satu hingga dua bungkus per hari dengan biaya Rp450 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.
Seperti diketahui, Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah perokok paling tinggi di dunia dengan 67% merupakan laki-laki dewasa. Jumlah perokok dewasa mengalami peningkatan tajam dari 27% di 1995 menjadi 36,3% di 2013.
Tingginya konsumsi rokok berkorelasi dengan rendahnya harga dan cukai rokok. Sedangkan beban tembakau berkaitan dengan peningkatan jenis penyakit. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved