Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada umumnya masyarakat beranggapan bahwa stroke hanya terjadi pada usia pertengahan hingga usia lanjut. Namun pada faktanya, hampir 10% stroke menyerang pada usia muda, di bawah 45 tahun. Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu pemicunya. "Proporsi stroke pada usia muda meningkat beberapa tahun terakhir. Satu dekade ke belakang, angka kejadian stroke usia muda itu di bawah 2%-3% atau paling tinggi 3%-4%. Sekarang peningkatannya cukup signifikan, proporsinya hampir 10%," ujar dokter spesialis saraf dari Eka Hospital, Herianto, pada acara Media Gathering 2016 Eka Hospital, di Jakarta, (10/8).
Menurutnya, perubahan pola hidup membuat kaum muda rentan terkena stroke. "Kita melihat pola hidup generasi muda sekarang ini lebih banyak di dalam ruangan, di depan gadget, main gim, dan lain sebagainya. Belum lagi kita bicara pola makan. Serba terburu-buru," katanya. Ia juga mengungkapkan setiap orang mempunyai risiko untuk terkena stroke, tetapi besar risiko itu berbeda-beda. Faktor risiko itu ada yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa. "Faktor risiko yang tidak dimodifikasi di antaranya ialah umur. Makin tua seseorang makin tinggi risiko stroke. Yang kedua, genetik atau ras tertentu. Kalau di literatur dikatakan, orang kulit hitam dan hispanik, risiko stroke pendarahan lebih tinggi."
Yang ketiga, lanjutnya, riwayat stroke. Jika orang pernah sekali terkena stroke, risikonya akan berlipat ganda untuk terkena stroke kembali. Adapun faktor risiko yang bisa di kendalikan di antaranya hipertensi, diabetes, obesitas, gangguan lemak seperti kolesterol tinggi, perokok, penggunaan narkoba, dan pola hidup tidak sehat. "Termasuk sedentary living atau pola hidup kurang gerak," imbuhnya. Hal senada juga di ungkapkan dokter spesialis gizi klinik, Elia Indrianingsih. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan yang sehat sejak dini. "Pola makan dan pola aktivitas itu memengaruhi sekali. Pola makan anak muda itu kadang-kadang porsinya besar terus banyak garam. Di satu sisi, anak-anak sekarang aktivitasnya kurang, jadi tidak seimbang. Lemak pun menumpuk menyebabkan kegemukan sampai obesitas. Obesitas ini salah satu pemicu stroke," ujarnya. (*/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved