Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN kanker membutuhkan rangkaian yang panjang dan mencakup banyak unsur termasuk aspek psikologis di sekitar pasien. Penanganan paripurna pada kanker tersebut disayangkan masih belum dilakukan secara merata di seluruh rumah sakit di Indonesia. "Kanker ini penyakit yang berbeda dengan penyakit lain pada umumnya. Semakin parah, semakin lebih besar penanganan nonmedisnya," ungkap staf Medik Fungsional Onkologi Anak RS Kanker Dharmais, Jakarta, Edi Setiawan, dalam Seminar Awam Kanker untuk Media di RS Mitra Keluarga, Kemayoran, Jakarta, SENIN (22/8). Sampai saat ini, tahapan yang dalam istilah medis dikenal dengan palitif itu kerap diabaikan keluarga pasien dan dokter pada proses pengobatan. Padahal, hal tersebut dibutuhkan guna memberikan tuntunan bagi pasien untuk bisa merasa lebih baik dan nyaman di sisa hidupnya. Edi mengungkapkan banyak pasien dan keluarga yang ketika diberitahukan harus mengikuti tahap paliatif justru merasa sedih dan putus asa. Berbeda dengan yang ada di negara-negara maju, perawatan paliatif telah diterima dengan baik sebagai upaya peningkatan kualitas hidup serta pendukung proses penyembuhan penyakit yang memakan banyak waktu, uang, dan fisik secara ekstrem itu.
Staf Medis dan Edukasi Departemen Pulmonologi dan Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Elisna Syahruddin menambahkan multidisiplin tim di setiap rumah sakit sangat dibutuhkan untuk mendukung proses penyembuhan pasien. "Paliatif ini harus terdiri dari semua unsur di sekitar pasien. Mulai dokter, perawat khusus onkologi, pendamping rohani atau psikolog, hingga keluarga." Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, di Indonesia persentase kanker ialah 1,4 per 1.000 penduduk atau sama dengan sekitar 330 ribu penderita. Posisi paling tinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,1 per 1.000 penduduk), disusul Jawa Tengah (2,1), diikuti Bali (2), dan DKI Jakarta serta Bengkulu masing-masing 1,9 per 1.000 penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved