Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARIN pagi yang cerah di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor yang hijau, perwakilan anak-anak dari Indonesia bagian barat hingga timur terhenyak oleh kabar duka yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Satu dari ratusan rusa di istana tersebut mati.
"Karena buntutnya dimakan biawak, apa ini, diterkam biawak. Tiga hari dirawat, kemudian mati," ungkap Presiden di atas panggung Peringatan Puncak Hari Anak Nasional. Serentak, itu disambut dengan kor suara sedih kanak-kanak, "Yaaah."
"Anak-anak, di Istana ini ada kurang lebih 700 rusa. Tadi sudah lihat belum di depan? Kalau belum nanti saya antar," ujar Presiden.
"Hore...." teriak anak menggema lalu disusul tepuk tangan.
Jokowi lalu segera mengalihkan pembicaraan kepada rasa suka anak-anak kepada hewan.
"Anak-anak senang enggak hewan?" tanyanya.
"Senang," teriak ratusan anak yang hadir itu. "Coba sebutkan 15 nama hewan," timpal Jokowi.
Adegan kuis pemberian sepeda pun berulang sebagaimana yang kerap kali ia lakukan di pembagian kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat, dan kartu Indonesia sejahtera.
Syaratnya, anak-anak mampu menjawab pertanyaan.
Sebuah sepeda pun digondol tiap peserta.
Itu diselingi obrolan dengan Presiden secara santai.
Puji Amarullah, misalnya, perwakilan anak dari Kepulauan Riau.
Saat diminta menyebutkan nama-nama hewan, ikan lele contohnya, ia bertanya balik pada Jokowi,
"Bapak suka lele, tidak? Nanti kita makan bareng, ya," seloroh Puji lancar.
Tidak seperti biasanya, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) jatuh tiap 23 Juli, tetapi karena berbagai alasan baru digelar kemarin.
Tidak ada pidato resmi Presiden.
Jokowi memilih berdialog dengan anak-anak.
Sapaan Presiden pun berbentuk "Halo!", yang kemudian direspons
"Hai..." yang serempak.
Perayaan HAN 2015 dengan tema Wujudkan lingkungan dan keluarga ramah anak itu juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Ketua DPR, Ketua MPR, seniman, dan Ketua Satgas Perlindungan Anak Seto Mulyadi.
Dalam acara tersebut, diberikan pula penghargaan Kota Layak Anak (KLA).
Itu terbagi atas tiga kategori, yakni, nindya yang didapat 3 kabupaten/kota, madya yang diperoleh 24 kabupaten/kota, dan pratama yang diberikan kepada 50 kabupaten/kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved