Rektor Universitas Budi Luhur Pimpin Perguruan Tinggi Perangi Narkoba

30/6/2016 22:49
Rektor Universitas Budi Luhur Pimpin Perguruan Tinggi Perangi Narkoba
(Istimewa)

REKTOR Universitas Budi Luhur Jakarta Prof Suryo Hapsoro Tri Utomo PhD terpilih sebagai Ketua Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti-Penyalahgunaan Narkoba (Artipena).

Terpilihnya Suryo Hapsoro ditandai dengan penyematan pin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dilaksanakan di Jalan Cengkeh Taman Sari, Kota Tua, Jakarta Barat, dalam acara Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada 26 Juni 2016 dalam peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) untuk mewujudkan masyarakat dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta itu dipilih sebagai pemimpin Artipena pada Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara. Munas yang mempertemukan 150 delegasi perguruan tinggi sepakat memilih nakhoda perdana Artipena melalui sistem formatur atau perwakilan di Kendari, pada 17 April 2016 lalu.

Formatur yang diberi tanggung jawab memilih pengurus Artipena masa bakti 2016-2018 berjumlah sembilan orang, yakni Prof Suryo Hapsoro (Universitas Budi Luhur Jakarta), Prof Sujatno (Universitas Muhammadiyah Abdul Karim), Dr Senani (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Dr Ishak (Universitas Panca Medan).

Selain itu juga ada Alawiyah SE MM (Universitas Wiralaja), Dr Lukman (Universitas Tadulako), Amir SE MSi (Universitas Muhammadiyah Mataram) dan Ir Zainal Arifin MT (Universitas Mercu Buana Jakarta).

Artipena, kata Suryo Hapsoro, kini menghadapi tantangan serius dalam mencegah dan memberantas narkoba di negeri ini. "Seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi bahwa kita harus memerangi narkoba yang merupakan salah satu kejahatan luar biasa. Maka penanganannya juga harus serius dan luar biasa," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (30/6). (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya