PENELITIAN yang dilakukan Ohio State University Wexner Medical Center antara September 2012 dan Mei 2014 menunjukkan musik bisa menyembuhkan epilepsi, tetapi direspons secara berbeda oleh otak setiap penderitanya. Pada pengidap epilepsi, musik memicu sinkronisasi otak lebih hebat jika dibandingkan dengan mereka yang normal.
Dalam kajian itu, 21 responden diharuskan mendengar hening selama 10 menit sebelum satu lagu. Selanjutnya, partisipan kembali mendengarkan hening selama 10 menit, baru kemudian dua lagu lalu disusul hening 10 menit lagi. Hasilnya aktivitas gelombang otak pengidap epilepsi lebih tinggi saat mendengarkan musik. Mereka juga menunjukkan sinkronisasi lebih baik pada bagian lobus frontal dan temporal otak.
Menurut Christine Charyton dan tim peneliti dari Ohio State University Wexner Medical Center, pasien epilepsi menggunakan musik untuk relaks. Kajian itu merupakan langkah pertama untuk melihat pengaruh musik terhadap otak.