Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Garam Farmasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meraih Bachruddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) ke-9, kemarin (Kamis, 18/8). Penghargaan diberikan Presiden ke-3 RI BJ Habibie di kediamannya, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Hadir dalam acara tersebut Menristek dan Dikti M Nasir, mantan Mendikbud Wardiman Djojonegoro, Presdir PT Kimia Farma Rusdi Rustam, dan para undangan.
BJHTA kali ini diberikan kepada tim riset yang berhasil menciptakan inovasi berupa garam farmasi sebagai bahan baku obat-obatan. Selama ini, bahan tersebut masih diimpor 100%. Hasil inovasi garam farmasi itu telah diproduksi massal oleh PT Kimia Farma.
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan peraih penghargaan itu dipilih melalui penilaian yang didasarkan pada asas-asas inovasi.
"Terdiri dari asas penemuan, kreatif, efisien, efektif, ada nilai tambah, dan asas manfaat. Serta 10 poin kriteria penilaian," ujar Unggul.
Perekayasa BPPT, Imam Paryanto, menambahkan, kajian garam farmasi sudah dilakukan pada 1994, kemudian para perekayasa itu meminta penilaian dari sejumlah lembaga yang memiliki laboratorium lengkap untuk menguji kualitas garam farmasi tersebut.
"Hasilnya cukup bagus. Dan baru 2010 kami tawarkan ke industri. Pada 2014 dilakukan kontrak kerja sama dengan PT Kimia Farma," kata Imam.
Pada tahun itu juga dilakukan pembangunan pabrik garam farmasi pertama di Indonesia di Watudakon, Jombang, dengan kapasitas 2.000 ton per tahun.
Untuk harga, garam farmasi impor lebih mahal daripada buatan dalam negeri. Harga garam farmasi impor Rp50 ribu per kg, sedangkan garam farmasi buatan Kimia Farma Rp25 ribu per kg. (Nda/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved