WULAN Lorraine Guritno atau yang biasa dikenal dengan nama Wulan Guritno, 35, sedang disibukkan aktivitas yang berhubungan dengan kehidupan sosial. Sejak tahun lalu, dirinya mulai membantu orang-orang yang menderita kanker melalui proyek gelang yang diberi nama Hope. "Gelang harapan ini dimulai sejak Oktober 2014. Saya dan teman-teman diminta untuk mengisi sebuah acara di sebuah mal yang diadakan setiap Oktober untuk menyambut Hari Kanker Payudara. Kita disuruh bikin sesuatu yang beda. Nah, lahirlah pemikiran untuk membuat gelang harapan tersebut," ujar Wulan di acara Popcon Asia 2015 di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).
Menurutnya, gelang itu dinamakan Hope dengan alasan agar para penderita kanker tersebut tidak kehilangan harapan untuk bisa sembuh dari penyakit tersebut. Tidak disangka, ternyata setelah acara di sebuah mal itu selesai, banyak masyarakat yang antusias untuk membeli gelang tersebut. Proyek tersebut pun diteruskan Wulan dan teman-temannya, yaitu Amanda dan Janna Soekasah, yang merupakan anak desainer Ghea Sukasah Panggabean. Keseluruhan hasil penjualan gelang itu diberikan untuk penderita kanker.
Media sosial Peran media sosial juga diakui Wulan sangat membantu penjualan gelang-gelang tersebut. Melalui media sosial, seperti Instagram, publik figur yang berdonasi dengan cara membeli gelang tersebut ditampilkan. "Media sosial sangat banyak berperan. Kita menyebarkan gelang harapan ini lewat berbagai media," tambahnya. Gelang yang bertuliskan 'Hope' itu sudah terjual kurang lebih sebanyak 13 ibu buah. Ia mengaku cukup kewalahan untuk memenuhi permintaan orang-orang yang ingin membeli gelang tersebut. “Gelang ini sudah terjual kurang lebih 13 ribu buah. Sekarang cukup kewalahan karena gelang ini kan terbuat dari kain batik sisa desainer Ghea Sukasah Panggabean. Jadi, harus nunggu kain bekasnya dulu. Dibuatnya satu per satu,†jelas Wulan.
Sejalan dengan gerakan Hope tersebut, Wulan dan teman-temannya yang juga merupakan penggagas gelang sedang dalam produksi pembuatan fi lm yang berjudul I am Hope. "Film ini menceritakan perjuangan seseorang untuk mengejar cita-citanya dan menceritakan bagaimana ia menghadapi penyakit kanker yang dideritanya. Harapan itulah yang ingin disampaikan. Dikemas secara lebih menghibur agar lebih menarik," ujar Wulan. Dengan jargon spread hope, never give up of hope, pesan yang ingin disampaikan ialah orang-orang yang memiliki masalah tidak hanya penyakit kanker tidak putus asa dan tetap memiliki harapan. Film itu akan dirilis Februari tahun depan. Wulan berharap agar penonton hadir menyaksikan fi lm tersebut. "Mudah-mudahan film ini bisa menghibur masyarakat. Semoga sesuai dengan target yang diinginkan," tutupnya. (Raka Lestari/H-2)