Transplantasi Dua Tangan

Heru Prasetyo
08/8/2015 00:00
Transplantasi Dua Tangan
(AP/MATT ROURKE)
ZION Harvey dulunya tak memiliki tangan. Saat usianya baru menginjak dua tahun, dokter harus mengamputasi tangan dan kakinya akibat infeksi parah yang ia alami. Ia masih bisa berjalan, menggunakan kaki prostetik.

Selain kaki dan tangannya yang harus diamputasi, infeksi itu menyerang ginjalnya sehingga ia harus mendapat operasi transplantasi ginjal di usia yang masih belia.

Keberuntungan masih berpihak untuk bocah asal Maryland berumur delapan tahun ini.

Dengan obat immonusuppressant yang ia konsumsi rutin selepas operasi transplantasi ginjal, tubuh Harvey mampu menerima transplantasi bagian tubuh lain yang ia perlukan, yakni sepasang tangan baru.

Tiga pekan lalu, Harvey menjadi anak pertama di dunia yang menerima transplantasi tangan bilateral. Ia menerima operasi tangan transplantnya di Children's Hospital of Philadelphia (CHOP). Tim dokter pertama-tama menyambungkan tulang-tulang tangan Harvey dengan tulang tangan donornya, menggunakan pelat baja dan sekrup. Setelah itu dilanjutkan dengan menyambung pembuluh darah, saraf, otot, urat, dan kulitnya. Donor tangan yang diterima oleh Harvey didapat dari bantuan lembaga non profit Gift of Life.

Ahli bedah melakukan operasi yang sangat rumit selama 10 jam di Rumah Sakit Anak Philadelphia. Tim beranggotakan 40 tenaga medis, melakukan operasi ini. Mereka terdiri dari dokter, perawat dan staf lain dari bedah plastik, bedah rekonstruksi, bedah ortopedi, anestesiologi, dan radiologi.

Keluarga donor (yang mendonasikan kedua tangan tersebut bagi Harvey) memilih agar nama mereka dirahasiakan.

Dokter mengatakan Harvey akan menghabiskan beberapa minggu menjalani rehabilitasi fisik di rumah sakit, sebelum bisa kembali ke rumahnya. Operasi yang diterimanya akan membutuhkan obat penekan kekebalan tubuh seumur hidupnya, guna memastikan bahwa tubuh Harvey tidak menolak transplantasi kedua tangan barunya tersebut.

Dr Scott Levin, direktur tranplatasi di CHOP, berterima kasih kepada keluarga yang merelakan tangan anaknya yang meninggal untuk didonorkan kepada Zion. "Saya pikir, kesulitannya adalah menemukan sebuah keluarga yang yang memiliki keberanian untuk melepaskan pelukan seorang anak yang baru saja meninggal, dan memberikan harapan, hidup, dan kualitas hidup untuk seorang anak yang masih hidup," ujarnya kepada CBS News.

Anak yang mulai tumbuh remaja ini telah belajar untuk makan, menulis dan bahkan bermain video gim tanpa tangan.
Kini ia semakin bahagia dengan mengatakan dapat melempar bola dengan tangannya sendiri.

"Operasi ini merupakan hasil dari bertahun-tahun pelatihan yang diikuti oleh berbulan-bulan perencanaan dan persiapan oleh tim yang luar biasa," kata L Scott Levin.

"Keberhasilan transplantasi tangan pertama pada orang dewasa dilakukan pada 2011. Itu memberi kami landasan untuk mengadaptasi teknik rumit dan rencana terkoordinasi yang diperlukan untuk melakukan jenis prosedur kompleks pada anak." (AP/Cbs news/Metro.co.uk/L-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya