Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN dunia telekomunikasi dan teknologi saat ini membuka banyak peluang bisnis di berbagai sektor. Layanan digital daring itu pun tidak urung telah merambah bisnis layanan jasa pengiriman barang dan logistik secara global, termasuk di Indonesia. Banyak pelaku usaha baru berani terjun ke bisnis jasa pengiriman itu dengan menawarkan layanan berbasis aplikasi. Upaya mengubah taktik itu bukan sekadar untuk menggarap pasar yang besar. Mereka juga harus mampu bersaing untuk bisa menurunkan biaya logistik yang menjadi faktor utama penyumbang biaya ekonomi tinggi di Tanah Air. “Memulai bisnis startup adalah satu tantangan tersendiri sebab dengan bisnis yang mengandalkan aplikasi dan konektivitas internet, kita bisa belajar bagaimana memasarkan, merawatnya, serta mengirimkan jasa yang cepat diterima oleh pelanggan,” ujar Senior Manager of Deliveree Regional Nattapak Atichartakarn kepada Media Indonesia, awal pekan lalu. Deliveree ialah sebuah layanan jasa pengiriman barang serta logistik berbasis aplikasi yang menyasar konsumen di sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia. Ketertarikannya dalam bisnis startup itu, kata Nat, disebabkan dirinya ingin belajar tentang bisnis yang berbeda dari biasanya. Sejak memimpin bisnis logistik di pasar regional, pria yang akrab dipanggil Nat itu menyebut tantangan yang paling berat salah satunya ialah memperkenalkan dan meraih kepercayaan konsumen terhadap bisnis yang meminimalkan kontak antara pelanggan dan operator ini. Intinya bisnis pengiriman barang dan logistik itu harus cepat, efisien, dan murah.
“Yang kami ingin sampaikan dari Deliveree ini ialah jasa pengiriman itu bisa cepat dan mudah diterima oleh pelanggan dengan harga yang murah serta tidak memerlukan waktu yang banyak untuk mengirimkan ke tempat yang kita tuju,” ujar pria berpaspor Thailand itu. Meski bukan yang pertama, lanjut Nat, Deliveree siap bersaing untuk layanan serupa dengan menawarkan tarif yang bersaing. “Yang sedikit membedakan bisnis kami dengan layanan jasa pengiriman logistik lainnya kemurahan tarif ini yang ditawarkan agar terjangkau juga bagi pelaku usah kecil dan menengah,” paparnya. Saat ini di Indonesia, kata Nat, ratusan toko daring bahkan yang berskala usaha kecil dan menengah bisa menggunakan layanan itu. Nat mengatakan perbedaan dengan layanan jasa pengiriman konvensional dengan aplikasi seperti Deliveree terletak pada tarif berdasarkan berat barang yang akan dikirimkan. Selain itu, pemilik usaha kecil dan menengah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kendaraan atau membayar pengemudi untuk mengirim barang. “Kami tawarkan tarif yang berbeda. Jika yang konvensional itu berbasiskan berat barang yang akan dikirim, kami berdasarkan jarak,” ucapnya. Perbedaan lain ialah bisnis logistik konvensional melayani layanan satu hari, bahkan bisa berhari-hari, sebab saat pelanggan menitipkan kepada counter, barangnya tidak langsung dikirimkan, tapi disimpan dulu di gudang. Dalam layanan aplikasi, seusai dijemput, barang langsung dikirimkan ke alamat tujuan. Meski harus bersaing dengan layanan serupa berbasis aplikasi dan koneksi internet yang menjadi pengembangan dari operator layanan transportasi daring, Nat menyebut hal itu tidak membuatnya gentar. “Sebab mereka berfokus pada jasa mengantar orang. Pengantar barang sebagai pelengkap. Kami fokus ada jasa antar barang,” jelasnya.
Hemat 40%
Hingga saat ini, Deliveree Indonesia telah merekrut lebih dari 2.000 pengemudi yang bersifat kemitraan. Deliveree, kata Nat, memperlakukan para pengemudi tidak seperti mempekerjakan, tetapi bermitra satu sama lain. “Kemitraan yang saling membawa keuntungan. Tentunya saling mengerti dan yang paling penting ialah memberikan layanan yang cepat kepada konsumen,” jelas pria berzodiak Taurus itu. Sejak diluncurkan September 2015, Nat mengklaim berbagai jenis pelanggan, mulai pengusaha katering, pemilik toko kue, peritel daring, hingga distributor, telah menghemat hampir 30%-40% dari total biaya pengiriman dengan menggunakan layanan Deliveree. Nat mengakui Indonesia merupakan pangsa pasar terbesarnya di banding negara asalnya, Thailand. Karena itu, sejak September 2015, Nat melakukan ekspansi ke Indonesia. “Ya tentu Indonesia pangsa terbesar. Jika dibandingkan dengan di Thailand, pengguna internet paling besar pun ada di sini. Kami tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat baik dengan kami dapat menangkap peluang yang besar, tapi kami juga ingin meningkatkan efisiensi dalam bidang logistik meski infrastrukturnya belum terjangkau semua,” jelasnya. Dengan luas wilayah Indonesia yang luas, dan terdiri dari berbagai pulau yang dipisahkan lautan, ada pemikiran Nat untuk memperluas usahanya itu dengan moda transportasi lain seperti kapal laut dan pesawat terbang. “Sempat berpikir akan memperluas layanan dengan menggunakan kapal atau pesawat. Tapi, sebagai perusahaan startup saat ini kami belum melangkah jauh seperti itu. Untuk menuju ke sana merupakan tantangan tersendiri,” beber Nat yang sebelumnya juga pernah menjadi chief executive officer sebuah operator taksi di Thailand, Easy Taxi Thailand.
Koneksi internet dan macet
Salah satu hal yang harus dibenahi untuk menumbuhkan bisnis berbasis aplikasi di Indonesia ialah perbaikan koneksi internet. “Koneksi internet di Thailand lebih baik. Jadi, ketika kami ke Indonesia, kami harus mengadaptasi aplikasi kami agar saat pengemudi memiliki sinyal yang kurang baik mereka bisa tetap menggunakan aplikasi,” serunya. Selain itu, kemacetan lalu lintas di Jakarta juga menjadi tantangan tersendiri. Awalnya, menurut Nat, Deliveree hanya memiliki layanan box truck. Namun, setelah mereka melihat kondisi kemacetan Kota Jakarta, roda dua menjadi alternatif. “Kami tidak memiliki hal seperti itu di Thailand dan Filipina. Konsumen meminta hal itu dan kami harus mendengarkan dan memenuhi permintaan mereka,” kata Nat. Hal itu, menurut Nat, berdampak pada waktu sampai pengiriman barang. “Manajemen waktu menjadi faktor paling menantang,” ujar dia. Selain dua hal tersebut, tambahnya, hal menantang lainnya ialah edukasi, tidak hanya untuk mitra pengemudi, tetapi juga konsumen untuk beralih dari layanan logistik konvensional. Saat ini Deliveree telah beroperasi di Jabodetabek dan Bandung. Nat mengatakan Deliveree berencana untuk memperluas layanannya ke Surabaya. “Lima tahun ke depan, kami ingin memperluas jaringan menyediakan layanan dari satu pulau ke pulau lain, ke seluruh Indonesia,” tandas pria pehobi selancar di laut ini. (Ant/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved