Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI menuju gerakan nasional pemuda yang kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan pameran nasional karya kreatif pemuda, terkhusus di bidang teknologi informasi dan perangkat keras. Kegiatan tersebut ditunjukan untuk meningkatkan daya saing karya kreatif pemuda Indonesia. Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kemenpora Joni Mardizal mengatakan ekonomi kreatif merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, tambahnya, sebenarnya tingkatan kemampuan pemuda Indonesia untuk berdaya saing dengan negara lain tidak kalah unggul. “Memang kita masih di bawah tingkatannya, tapi sebenarnya kita enggak kalah dengan orang lain. Hanya, kita kurang publikasi. Ibaratnya silent majority, jadi yang tampak pemuda kita itu yang narkoba-narkoba saja,” ujarnya di Lingkungan Kemenpora, (Senin (15/8). Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Eny Budi Sri Haryani mengatakan teknologi yang semakin berkembang pesat mendorong Kemenpora untuk bertindak cepat men-support pemudanya yang mampu berkarya kreatif, khususnya di bidang IT.
“Negara maju kan cenderung di-support pemudanya, makanya kita tidak boleh ketinggalan,” tuturnya pada saat pembukaan kegiatan tersebut di Auditorium Wisma Kemenpora. Ia juga memaparkan acara tersebut diikuti pemuda 16-30 tahun, sesuai dengan definisi pemuda pada UU No 40/2009 tentang Kepemudaan. Untuk tahun ini itu diikuti 18 komunitas perangkat keras, yang ada di sekolah atau universitas di Indonesia, untuk memaparkan karya mereka.
Banyak kegiatan
Beberapa di antaranya yaitu Komunitas Perangkat Keras UI, 10 Jakarta, Swiss German University (SGU), SMA 70 Jakarta, SMA Babelan, Lab Inacos Universitas Telkom Bandung, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Teknik Elektro Universitas Al Azhar Jakarta, dan Arduino Indonesia Community. “Tidak hanya expo, tapi juga talkshow materi kebijakan yang Kemenpora berikan untuk karya kreatif pemuda yang akan diisi Head of Business Partners Bukalapak, Ketua KRI & Makernesia Founder, Plh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, dan saya sendiri,” jelasnya.
Acara yang akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB itu juga diisi agenda lain seperti temu Komunitas Robot Indonesia, demo drone, dan dihibur Green Coustic dengan beragam hadiah-hadiah menarik, serta menyediakan 30 stan; 23 diberikan secara cuma-cuma untuk diisi karya kreatif pemuda dan sisanya untuk sponsor pendukung terselenggaranya kegiatan. Menurut Joni, yang mewakili Menpora yang masih di luar negeri, kendala pengembangan IT di negeri ini ialah luasnya daerah Indonesia sehingga pemerintah mengalami kesulitan untuk mendukung proses karya kreatif pemuda tersebut. “Akan tetapi, kita tidak akan menyerah. Kehadiran negara mutlak diperlukan sesuai dengan Pasal 3 UU 40 Tahun 99 tentang Layanan Pemerintah terhadap pemuda kreatif. Buktinya kita punya tidak kurang 21 kementerian/lembaga yang terkait dengan kepemudaan. Sekarang kan SDA kita masih kurang, tapi sebenarnya secara individu kita lebih baik. Buktinya orang-orang kita yang diaspora di luar negeri,” terangnya. Luky Luxasa Sunara, salah seorang peserta dari AUAV (Autonomous Unmanned Serial Vehicle) UI, menjelaskan Drone Pemadam Api Garuda sebagai salah satu karya mereka. “Drone tersebut dilengkapi sistem pendeteksi api. Dengan cara kerja mencari titik api, image processing, penguncian lokasi titik api, wahana mendekati api, dan proses pemadaman,” jelasnya kepada Media Indonesia. Luky berharap kegiatan itu tidak hanya berhenti di sini, tetapi tetap berkelanjutan dan pemerintah terus mendukung mereka. “Terutama dengan dana,” pungkasnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved