Cermin Konsistensi God Bless

Fik/M-6
08/8/2015 00:00
Cermin Konsistensi God Bless
Grup musik God Bless bersama gitaris Eet Sjahrani (kedua kiri) beraksi dalam konser bertajuk Panggung Sandiwara God Bless di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, Jumat (7/8) malam.(ANTARA/Sigid Kurniawan)

SETELAH selama 42 tahun berkiprah, God Bless tampil dengan orkestra saat debut konser mereka di Jakarta. Semalam, mereka kembali diiringi dengan orkestra yang lebih lengkap, dengan 11 pemusik di beberapa lagu.

Band yang digawangi Achmad Albar (vokalis), Ian Antono (gitaris), Donny Fattah (basis), dan Abadi Soesman (pemain keyboard) itu beraksi dalam konser bertajuk Musikku Keren: Panggung Sandiwara God Bless, di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan, Jakarta.

Kepada Media Indonesia, sebelum konser, sang vokalis, Achmad Albar yang kerap disapa Iyek menceritakan kisahnya.

"Waktu itu cuma pakai enam string, kalau tidak salah 1973 di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki. Pakai dua peti mati, dan ada mayatnya untuk aksi panggung," ujar pria kelahiran 6 Juli 1946 itu.

Ian Antono menilai penggunaan orkestra memang tidak cocok di semua lagu God Bless karena penggunaan keyboard yang dimainkan Abadi Soesman sudah mewakili komponen orkestra.

Konser God Bless tadi malam diawali penayangan video testimoni para personel tentang diri mereka. Setelah itu hentakan drum yang dimainkan additional player Fajar Satritama (Edane) memulai lagu Anak Adam. Iyek dan kawan-kawan memasuki panggung dengan celana kulit. Sejurus kemudian Asasi didendangkan sebagai lagu keenam.

Fajar (drumer) memberi energi baru bagi empat personel lainnya yang rata-rata usianya mendekati 70 tahun. Namun, mereka tetap tampil energik.

Siraman cahaya dan permainan visual di layar LED membuat konser itu kian memikat. Tata suara pun terdengar maksimal.

Lagu-lagu yang dibawakan memang didominasi dari album Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988). Menurut Ian, lagu-lagu di album Cermin memang memiliki sound yang lebih lebar dan penuh.

"Sebagian lagu di konser ini memang tidak pernah lagi kami bawakan sejak 15-20 tahun lalu," timpal Iyek.

Selain lagu lawas, dalam konser itu God Bless juga mengundang kawan lama mereka, Eet Syahrani.

Mantan gitaris God Bless di era album Raksasa (1989) dan Apa Kabar (1997) itu muncul dari kursi penonton di samping pangung. Ia berlari dengan menunjukkan kebolehannya mencabik gitar.

Lantas meraunglah Srigala Jalanan, yang disambut histeria penonton, termasuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang juga menjadi penggemar fanatik God Bless, Basuki Hadimuljono. Akhirnya lagu jagoan yang dipersiapkan secara khusus, Cermin, dibawakan.

"Ini lagu yang kedua kalinya kami bawakan setelah 42 tahun. Semoga masih ingat," kelakar Iyek disambut riuh penonton.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya