KON-TIKI ialah rakit kayu yang terbuat dari pohon balsa.
Ia digunakan seorang antropolog asal Norwegia, Thor Heyerdahl, bersama timnya untuk menamatkan perjalanan sejauh 7.000 kilometer selama 101 hari.
Perjalanan itu bermula dari Peru menuju Raroia di Kepulauan Tuamoto, dekat Tahiti.
Heyerdahl ingin membuktikan teorinya bahwa orang Amerika Selatan pada masa prasejarah dapat membuat koloni di pulau-pulau Polinesia dengan hanya mengapung di permukaan laut untuk mencapainya.
Heyerdahl dan lima krunya berangkat dari Callao, Peru, dengan memakai Kon-Tiki berukuran 3,72 meter persegi pada 28 April 1947.
Selama pengarungan itu, mereka telah menemui berbagai kendala seperti badai dan ancaman hiu serta paus.
Meski Heyerdahl membuktikan bahwa perjalanan itu dapat dilakukan, para antropolog dan sejarawan tetap mendiskreditkan apa yang diperjuangkannya.