Festival Indonesia Moscow Targetkan 60 Ribu Pengunjung

Iwan J Kurniawan
12/8/2016 11:01
Festival Indonesia Moscow Targetkan 60 Ribu Pengunjung
(Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia M Wahid Supriyadi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

SEBAGAI corong untuk menarik kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia, perlu dilakukan penyebarluasan informasi terkait keeksotisan Indonesia. Untuk itulah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow siap menyukseskan Festival Indonesia Moscow perdana di Federasi Rusia.

Pelaksanaan festival bertema Visit Wonderful Indonesia: Bali and Beyond itu menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah hubugan kedua negara. Festival itu digelar untuk menindaklanjuti pelbagai program pascakunjungan Presiden Joko Widodo di Russia-ASEAN (Association of Southeast Asian Nation) Summit 2016.

"Ini ada hubungan saat Presiden ke Rusia (Mei lalu). Festival ini untuk menindaklanjuti semua sektor agar nyata dampaknya pada dunia pariwisata dan investasi di Tanah Air," ujar Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia M Wahid Supriyadi, di Moskow, pekan lalu.

Festival Indonesia Moscow akan berlangsung di Hermitage Garden, pada Sabtu (20/8) sampai Minggu (21/8). Ada berbagai kegiatan yang digelar. Antara lain, pentas budaya (gamelan, wayang kulit, baca puisi, dan tarian daerah), workshop batik, peragaan busana (tenunan Nusantara), aneka kuliner, serta pameran usaha kecil dan menengah.

Tidak hanya itu, Wahid pun memastikan bahwa ada beberapa perusahaan di sektor bisnis dan perdagangan kelapa sawit yang diundang. Mereka akan ambil bagian guna memaksimalkan keuntungan bagi Indonesia.

"Sektor perdagangan di 4 bulan terakhir ini sudah naik 12% sehingga ada Rp21 miliar yang mengalir bagi Indonesia. Ini masih bisa kita tingkatkan," akunya.

Untuk urusan kuliner, misalnya, ia memastikan bahwa Festival Indonesia Moscow merupakan wadah ampuh. Terutama, menunjukkan kepada masyarakat Moskow akan keunikan dan kelezatan panganan khas daerah-daerah di Tanah Air.

"Sudah ada investor kuliner Indonesia yang berencana akan buka dua restoran khas Indonesia di sini. Saya rasa ini positif karena orang Rusia juga cocok (lidahnya) dengan kuliner kita," papar dia.

Ada puluhan kelompok kesenian dan seniman pun siap meramaikan Festival Indonesia Moscow. Mereka antara lain berasal dari Banda Aceh (Aceh), Boyolali (Jawa Tengah) dan Malang (Jawa Timur), Bali, serta Samarinda (Kalimantan Timur).

"Persiapan ini 5 bulan saja. Tim pun memanfaatkan jaringan yang ada. Kami undang kelompok kesenian karena itu jadi daya tarik nan unik," jelas Wahid yang pernah menyukseskan festival serupa di Australia.

Pelaksanaan Festival Indonesia Moscow bisa mendongkrak kenaikan Tourism Trade Investment (TTI). Wahid optimistis merealisasikan target 80 ribu wisatawan Rusia ke Indonesia.

"Target tahun lalu 66 ribu, sekarang 80 ribu. Tapi, promosi tidak bisa instan sehingga butuh kelanjutannya. Festival ini bisa jadi corong agar bisa terealisasikan," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia KBRI Festival Indonesia Moscow, Kiki T Kusprabowo, menjelaskan ajang ini menjadi helatan besar. Ia memprediksi 60 ribu pengunjung akan hadiri festival tersebut.

"Kami selalu aktif di berbagai event yang ada di Rusia. Namun, boleh dibilang 'menumpang' saja. Nah, ini baru pertama kali festival kita yang terbesar di sini. Karena, sifatnya pameran Indonesia tunggal," imbuhnya.

Ada 35 lapak siap memenuhi kawasan Hermitage Garden. Ini bisa menjadi sebuah terobosan penting guna menunjukkan ke mata masyarakat Rusia bahwa Indonesia memang laik dan perlu untuk dikunjungi di setiap musim liburan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya