Radikal Bebas Biang Penyakit

Richaldo Y Hariandja
11/8/2016 08:00
Radikal Bebas Biang Penyakit
(MI/ADAM DWI)

PERUBAHAN gaya hidup dan pola konsumsi di masyarakat saat ini menunjukkan tingkat yang mengkhawatirkan.

Hal itu terlihat dari pergeseran pola penyakit pada masyarakat.

Jika pada 10 tahun lalu penyakit jantung dan penyakit mematikan lainnya umumnya hanya dialami masyarakat usia 60-70 tahun ke atas, saat ini penyakit-penyakit itu juga kerap menimpa kaum muda, mulai usia 30 hingga 40 tahun.

"Salah satu yang menjadi faktor pemicunya ialah banyaknya radikal bebas di dalam aliran darah," ucap ahli gizi Siloam Hospitals Samuel Oetoro saat berbicara dalam seminar kesehatan bertajuk Be Wealthy with Healthy Lifestyle yang dihelat PT Asuransi Sinar Mas di Jakarta, Rabu (10/8).

Radikal bebas, lanjut Samuel, merupakan atom reaktif yang dapat merusak sel tubuh.

Semakin banyak radikal bebas yang terdapat dalam darah, makin besar risiko pembuluh darah untuk terluka.

Adanya luka itu mempermudah menempelnya kolesterol pada dinding pembuluh darah tersebut.

Itulah pangkal terjadinya penyempitan pembuluh darah yang akan berujung pada penyakit berbahaya seperti stroke dan serangan jantung.

Oleh karena itu, harus diupayakan agar kandungan radikal bebas dalam darah tetap rendah.

Salah satu gaya hidup penyebab tingginya kadar radikal bebas ialah kebiasaan merokok.

Hal itu disebabkan dalam satu batang rokok terdapat 6,5 triliun radikal bebas.

"Sementara itu, Tuhan mengizinkan kandungan radikal bebas dalam tubuh kita di bawah 100 juta saja karena radikal bebas juga dapat menjadi pertahanan terhadap zat yang merusak dalam tubuh," imbuh Samuel.

Selain itu, kurangnya jam istirahat menyebabkan pelepasan radikal bebas secara berlebihan.

Seharusnya, lanjut Samuel, durasi tidur yang aman ialah minimal 6 jam sehari.

Apabila tidur malam hanya selama 5 jam, perlu dicari waktu tambahan agar bisa menambah tidur 1 jam lagi.

"Selain istirahat sehat, diperlukan juga makan sehat, berpikir sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat. Ingat 5S itu saja untuk menjaga Anda tetap sehat," saran Samuel.

Asuransi

Pada kesempatan sama, pakar wealth management Maikel Sajangbati menjelaskan pentingnya manajemen keuangan dan perencanaan terkait dengan kesehatan.

Dirinya menyaranakan masyarakat agar tidak ragu untuk mengalihkan faktor risiko mereka kepada pihak yang bisa menjamin kebutuhan finansial mendadak.

Hal itu disebabkan faktor finansial sering kali membuyarkan rencana yang telah disusun ketika gangguan kesehatan muncul.

"Polis asuransi membuat kita menjadi tenang dalam bekerja sehingga kita tidak perlu khawatir terhadap kejadian buruk yang tiba-tiba," imbuh dia.

Sementara itu, Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi MM Samosir menyatakan seminar kesehatan tersebut rutin diselenggarakan pihaknya sejak 2010.

Tiap Sabtu, dua pekan sekali, kegiatan itu dilakukan untuk menambah wawasan kesehatan masyarakat dan pemegang polis asuransi Simas Sehat.

"Hasilnya, berdasarkan riset kami kepada klien yang sering mengirim perwakilan, terjadi penurunan claim ratio. Itu berarti pesan dari seminar kesehatan ini tersampaikan," kata dia. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya