Masyarakat Diminta Lakukan Sensor Mandiri

Basuki Eka Purnama
10/8/2016 18:30
Masyarakat Diminta Lakukan Sensor Mandiri
(ANTARA/Hasan Sakri Ghozali)

KETUA Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki mengatakan masyarakat harus bisa melakukan sensor mandiri terhadap tayangan yang ada di televisi maupun bioskop.

"Masyarakat harus bisa melakukan sensor mandiri terhadap tayangan yang ada. LSF sudah menentukan kategori tayangan yang ada, sekarang masyarakat yang menentukan sendiri mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk ditonton," ujar Yani, Rabu (10/8).

Dia menjelaskan masyarakat hendaknya melakukan sensor sendiri. LSF menentukan beberapa kriteria tontonan yakni semua umur, remaja, dewasa, ataupun berdasarkan kategori umur.

"Masyarakat yang menentukan mana yang layak dan mana yang tidak. Tapi saya lihat, masih banyak orangtua yang membawa anak nonton film di bioskop padahal kategori filmnya untuk dewasa," kata dia.

Dengan adanya kategori film tersebut, diharapkan orangtua dan pendidik bisa membimbing dan mengarahkan anaknya tentang film atau tayangan yang akan dijadikan pilihan.

Selain masyarakat, pihak yang harus melakukan sensor mandiri terhadap film adalah produsen film.

Dia menjelaskan dengan jumlah karyawan LSF yang tidak begitu banyak, sensor mandiri menjadi pilihan agar masyarakat bisa melakukan sensornya secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Maman Wijaya mengatakan film sangat penting dalam mengedukasi masyarakat.

"Pengaruh film sangat besar. Film tidak hanya mengenalkan budaya tetapi juga dapat menjaga martabat bangsa," kata Maman.

Maman memberi contoh di film-film buatan Amerika Serikat selalu digambarkan jika tentaranya selalu menang dalam perperangan. Padahal pada kenyataannya, AS pernah kalah perang dalam perang Vietnam.

"Tapi yang selalu tertanam di masyarakat adalah Amerika Serikat selalu menang perang. Bahkan satu orang bisa mengalahkan ribuan tentara. Itu merupakan dampak dari film," tukas Maman. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya