Wagub DKI Dukung Harga Rokok Dinaikkan

Ilham Wibowo
10/8/2016 18:11
Wagub DKI Dukung Harga Rokok Dinaikkan
(ANTARA/Yusran Uccang)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat setuju dengan wacana menaikkan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus. Selain buruk bagi kesehatan, rokok juga merupakan penyumbang inflasi daerah DKI Jakarta.

"Setuju, karena salah satu penyumbang inflasi yang tinggi di DKI Jakarta adalah rokok. Betul loh itu, nomor dua," kata Djarot usai melepas kontingen Pramuka DKI Jakarta di Balai Pertemuan Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/8).

Djarot antusias wacana itu dapat terealisasi. Dengan harga sedemikian tinggi, perokok aktif niscaya akan mengurangi aktivitas meroko mereka.

"Senang, semakin bagus itu, untuk bisa menekan para perokok. Kasih pajak cukai yang tinggi, terutama terhadap rokok yang banyak penggemarnya," ujarnya.

Meski demikian, Djarot meminta agar wacana itu dikaji secara mendalam sebelum diterapkan. Dampak terhadap industri rokok tradisional dan para petani tembakau juga perlu dipikirkan.

"Kalau mau naik, naikan saja, tapi harus lihat dampaknya. Makanya tolong dihitung dampak negatif positifnya. Bukan hannya pembatasan area merokok, tetapi juga terhadap industri kretek di Indonesia," kata Djarot.

Berdasarkan survei, perokok akan berhenti merokok jika harganya lebih dari Rp50 ribu per bungkus. Harga itu naik sekitar 300% dari harga saat ini.

Dari survei itu juga diketahui bahwa 80,3% atau 976 responden mendukung kenaikan harga dan cukai rokok untuk membiayai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Survei terhadap 1.000 orang dilakukan Desember 2015 hingga Januari 2016. Survei dilakukan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang kenaikkan harga maupun konsumsi rokok.

Diketahui 41,3% responden mengonsumsi rokok satu hingga dua bungkus per hari dengan biaya Rp450 ribu hingga Rp600 ribu per bulan. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya