Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan sistim pendidikan sehari penuh (full day school) ditanggapi beragam oleh masyarakat. Di media sosial sebagian besar masyarakat yang ramai memperbincangkan hal itu berpendapat pemerintah harus lebih bijak.
Seorang netizen yang juga orangtua murid Deddy M Kresnoputro menggalang petisi di laman Change.org memprotes gagasan Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut. Dalam sehari, hingga pukul 22.00, kemarin, petisi berjudul "Tolak pendidikan full day/ sehari penuh di Indonesia" itu telah didukung lebih dari 30.300 tanda tangan.
"Belum selesai kita membenahi masalah kurikulum yang kerap kali diacak-acak, sekarang muncul wacana untuk anak sekolah sehari penuh, dengan alasan pendidikan dasar saat ini tidak siap menghadapi perubahan zaman yang begitu pesat. Semoga bapak-bapak dan ibu-ibu tahu bahwa tren sekolah di negara-negara maju saat ini ialah mengurangi waktu sekolah, tidak ada pekerjaan rumah, dan lebih pada pembangunan karakter anak," kata Deddy dalam petisinya.
Deddy juga mengutip tulisan seorang guru yang menggarisbawahi bahwa membiarkan anak sehari penuh bersekolah seperti melepas tanggung jawab orangtua terhadap anak-anak mereka ke sekolah, sekaligus merenggut interaksi antara anak dan orangtua.
Sejumlah figur publik juga menyampaikan dukungan terhadap petisi ini. Sophia Latjuba, misalnya, di akun Instagram-nya mem-posting petisi tersebut dan mengatakan, "Selamatkan pendidikan Indonesia.
"Salah seorang penanda tangan petisi Marruana Pane berkomentar bahwa bukan jam sekolah anak yang harus ditambah, melainkan kurikulum sekolah yang harus dibenahi dahulu. "Kasihan anak-anak dan orangtua kalau (anak) harus full day di sekolah, bisa membuat jarak antara orangtua dan anak menjadi jauh karena tidak sering in touch, bercengkerama.
"Penanda tangan petisi lainnya, Afri Saragih, mengatakan, "Sekolah full day hanya merampas kemerdekaan anak-anak. Kembalikan keceriaan masa anak-anak Indonesia! Jangan penjarakan anak-anak di dalam satu gedung bernama sekolah! Karena belajar itu sepanjang masa, bukan selama di sekolah. Alam raya adalah sekolah yang sebenarnya!"
Tidak efektif
Ide full day school juga menjadi trending topic di Twitter dan Facebook, kemarin. Sebagian besar netter mencicitkan ketidaksetujuan dan menyarankan Kemendikbud untuk mengkaji ulang.
Mereka meragukan sekolah sehari penuh akan efektif untuk perkembangan dan kecerdasan anak. 'Sadis ih. Pak Menteri harus kaji ulang. Kasihan anak-anak tidak puas berinteraksi dengan keluarga. #FullDaySchool', tulis salah seorang netter.
'Jam 5 sore anak pulang sekolah, sampai rumah jam 6 atau 7 malam. Sudah lelah, harus mengerjakan PR, kapan mereka istirahat? #FullDaySchool', tulis netter lain.
Esais Zen RS dalam akun Facebook menulis bahwa ide tersebut menjauhkan anak-anak dari fitrah mereka untuk bermain untuk bersenang-senang dengan lingkungan.
"Ini jelas ide yang bias kota, juga bias kelas menengah. Mengandaikan orangtua semua bekerja kantoran dan baru bisa di rumah selepas sore. Di kampung, juga di suburban, anak-anak terbiasa membantu orangtua," pungkasnya.
Menanggapi petisi tersebut Mendikbud Muhadjir Effendy mengaku tidak mempermasalahkannya jika gagasannya itu dipetisi oleh masyarakat. (Tim Media/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved