Bus Listrik untuk Masa Depan

Wibowo
10/8/2016 02:40
Bus Listrik untuk Masa Depan
(HUMAS FT UI)

TEROBOSAN pada bidang riset dilakukan Universitas Indonesia (UI). Perguruan tinggi negeri ini merilis bus penumpang berkapasitas besar dan bertenaga listrik pertama di Indonesia yang bernama Molina UI-EV Bus. Kendaraan itu resmi diperkenalkan kepada warga UI, Senin (18/7), di Taman Engineering Center UI Depok dalam rangkaian acara di acara Dies Natalis ke-52 Fakultas Teknik UI. Atas penemuan itu, karya anak bangsa yang dirancang bangun Tim Mobil Listrik Nasional UI (Molina UI) mendapatkan apresiasi dari Rektor UI Muhammad Anis. Dia mendukung sepenuhnya upaya Tim Molina UI merancang bangun kendaraan listrik, khususnya bus listrik untuk kampus UI. "Secepatnya bus listrik ini akan difungsikan sebagaimana layaknya bus kuning untuk mendukung visi UI sebagai green campus," ungkap Anis di Depok, baru-baru ini. Menurut Anis, bus listrik kampus dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan angka polusi udara lantaran polusi udara dari waktu ke waktu makin meningkat. Yang juga penting bisa mendukung ketahanan energi di Tanah Air serta membudayakan kegiatan ramah lingkungan.

Ia menambahkan, penelitian dan inovasi Tim Molina UI yang terdiri dari dosen, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti teknik mesin, teknik elektro, teknik material, metalurgi, ilmu budaya, ekonomi, dan hukum itu bisa mengembangkan kompetensi mahasiswa UI agar semakin menguasai teknologi. "Tidak ada lagi tergantung pada industri mobil besar yang hanya menjadikan bangsa Indonesia sebagai konsumen," tutur Anis. Senada dengan Anis, Dekan Fakultas Teknik UI Dedi Priadi menyampaikan Fakultas Teknik UI memiliki visi mengedepankan inovasi dan penelitian. Kehadiran bus listrik karya Tim Molina UI mendukung visi itu sehingga diharapkan ke depannya dapat diterapkan sebagai kendaraan konvensional berbahan bakar minyak. "Kami berharap upaya ini mampu merangsang sivitas akademika Fakultas Teknik UI lainnya untuk mengembangkan penelitian yang membawa manfaat bagi masyarakat dan dapat diserap oleh industri," ucap Dedi.

Produksi massal
Selain Molina UI-EV Bus, dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-52 Fakultas Teknik UI itu, Tim Molina UI juga menghadirkan tiga kendaraan listrik lainnya, yakni Makara Electric Vehicle (MEV) 01, City Car konversi (MEV) 02, dan City Car konversi (MEV) 03. City Car MEV 01 merupakan konversi kendaraan listrik generasi pertama dengan penerapan motor listrik hasil rancangan Tim Molina UI. Motor yang digunakan ialah brushless direct current (BLDC) dengan kapasitas 25 kW. Adapun, City Car MEV 02 adalah konversi generasi kedua dari kendaraan komersial dengan menggunakan motor AC induksi dengan daya 7,5 kW dan kapasitas baterai 102 Ah. Kendaraan itu diharapkan dapat digunakan di lingkungan kampus sebagai transportasi alternatif.

Selanjutnya, City Car MEV 03 adalah konversi dari kendaraan komersial dengan sistem hibrida seri menggunakan motor AC induksi dengan daya 32 kW dan kapasitas baterai 102 Ah. Dengan sistem hibrida, diharapkan jangkauan jarak tempuh kendaraan dapat lebih jauh. Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI Mohammad Adhitya mengungkapkan kendaraan listrik itu merupakan program pemerintah yang telah dimulai sejak 2012 dengan target produksi massal pada 2018. Selain UI, pemerintah juga melibatkan empat universitas lainnya, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Dalam pelaksanaan riset kendaraan listrik, dia menjelaskan kendala ada di pengadaan. Misalnya, peralatan laboratorium senilai Rp200 juta harus melalui proses tender. Ketentuan itu memberikan beban lantaran mereka dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditetapkan. Untuk itu, ia meminta payung hukum ataupun regulasi yang bisa membantu mereka agar riset yang telah dilakukannya bisa tuntas. Di sisi lain, keterbatasan waktu juga menghalangi mereka memanfaatkan komponen lokal sebanyak-banyaknya untuk kendaraan listrik. Menurutnya, mereka harus berkompromi dengan memakai komponen kendaraan existing. "Untuk shortcut (jalan pintas), kami memakai kendaraan yang ada di pasaran," ungkapnya, ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (8/8). Namun demikian, Adhitya mengharapkan riset yang dihasilkan perguruan tinggi itu dapat direalisasikan sesuai dengan rencana hingga tahapan produksi massal pada 2018. Salah satunya, Molina UI-EV Bus, yang dalam waktu dekat akan dirancang jadi bus kampus di UI itu kelak dapat dimanfaatkan masyarakat. "Saya berharap bus dengan daya motor 120 kW dan 300 Ah itu jadi percontohan alat transportasi publik seperti bus Trans-Jakarta," pungkas Adhitya. (S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya