PERAN ayah dan ibu sama pentingnya dalam pola pengasuhan anak. Praktisi neurosains terapan Anne Gracia menyampaikan, interaksi ayah dan anak dalam proses tumbuh kembangnya membantu anak memahami gender yang berbeda sejak dini. Contoh paling sederhana ialah membedakan sentuhan antara laki-laki dan perempuan.
"Sentuhan ibu berbeda dari sentuhan ayah. Ibu umumnya lebih halus, sedangkan ayah lebih keras. Dari situ, anak belajar untuk mengukur besarnya energi di masa depannya," jelas Anne dalam acara Daddy and I, Together for Bright Future di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menyadari tidak semua ibu dapat memercayai pasangannya untuk berperan dalam pengasuhan sehari-hari. Untuk itu, para ibu bisa memulai dengan meminta ayah mengerjakan hal-hal kecil, seperti mengajak anak mengobrol. Setelah kepercayaan diri ayah terbangun, para ibu bisa mulai berbagi tugas lain dengan para ayah.
Anne menyampaikan, hal terpenting yang harus dikuasai anak berusia di bawah enam tahun ialah mengidentifikasi perbedaan dasar atas laki-laki dan perempuan, seperti suara dan warna. Jika anak diasuh orangtua tunggal karena berbagai alasan, peran ayah harus tetap dihadirkan figur laki-laki lain yang menjadi bagian keluarga. Tujuannya agar anak memperoleh keseimbangan dalam hidup.(Din/H-3)