LP3I Berkontribusi Majukan Pendidikan Vokasi Indonesia

Syarief Oebaidillah
09/8/2016 02:15
LP3I Berkontribusi Majukan Pendidikan Vokasi Indonesia
(Istimewa)

LEMBAGA Pendidikan LP3I merupakan salah satu institusi pendidikan vokasi yang selama ini telah berkontribusi dalam upaya peningkatkan tenaga kerja Indonesia. Karena itu,Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mendukung LP3I meningkatkan percepatan kualitas SDM Indonesia menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

"Kondisi ini mendorong pemerintah menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi dalam rangka kebutuhan akses kepada mereka yang lulusan SD dan SMP guna meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar bisa bekerja di industri atau masuk di industri dalam menghadapi persaingan bebas ini," kata Hanif saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP3I 2016 yang bertemakan ‘Revitalisasi Kualitas LP3I Menuju Pendidikan Vokasi di Era MEA’ di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/8). Terkait kesiapan tenaga kerja Indonesia saat ini, Menaker menegaskan hal itu tidak bisa lagi ditunda-tunda. Sebab itu, semua pihak harus bekerja untuk memastikan SDM Indonesia siap dan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.

Selanjutnya, ia mengingatkan pendidikan bukan hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga terampil yang siap bekerja di dalam maupun luar negeri. Hemat dia, gelar tidak dapat digunakan untuk bekerja jika tidak memiliki kemampuan daya saing yang baik. Pasalnya, masih banyak serjana menganggur karena tidak memiliki kompetensi.

"Saya mendorong agar lulusan lembaga pendidikan berorientasi dengan pasar kerja dalam maupun luar negeri. Lulusan harus memiliki kompetensi. Karena meski negara mencoba menerjemahkan kebutuhan industri dan pendidikan, terkadang tidak ada keselarasan. Maka sangat diperlukan keterampilan dari lulusan. Oleh karena itu, harus terus-menerus melakukan evaluasi sehingga lembaga pendidikan tidak mencetak pengangguran berijazah sarjana," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur LP3I Adriza mengatakan, pelaksanaan Rakernas LP3I guna memperkuat dan meningkatkan standar pendidikan di lembaganya setiap tahun. Adaun guna menyambut MEA yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil dan penuh kompetensi, ia menegaskan LP3I siap menghadapinya.

"LP3I siap mencetak SDM yang memiliki keterampilan, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rakernas ini kami menekankan pada revitalisasi pendidikan LP3I menjadi pendidikan yang berkualitas dan vokasi yang memiliki kompetensi," tegas Adriza dalam keterangannya kepada pers.

Dalam mempersiapkan tenaga kerja yang berdaya saing, LP3I menerapkan sistem magang selama satu tahun pada industri. Selain itu, kurikulum LP3I disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga 90% lulusan LP3I langsung terserap industri.
Ia menambahkan LP3I yang telah berpengalaman dan berusia 27 tahun sebelumnya memiliki banyak program studi (prodi). Namun, setelah melihat kebutuhan dunia pasar, maka hanya fokus pada empat prodi meliputi, admisnitrasi bisnis, menajemen infomatika, akuntansi, dan hubungan masyarakat.

Humas LP3I R Windu Laksono menambahkan, LP3I telah menjadi Top Brand dengan meraih Standard ISO 9001-2008. "LP3I menjadi lembaga rujukan bagi berbagai pihak dalam membuat kebijakan bidang pendidikan," tukasnya. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya