Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLUSI cahaya menyebabkan semakin sulit melakukan pengamatan benda langit. Belum banyak masyarakat atau kalangan yang menyadari kondisi tersebut. Padahal, sebanyak 80% penduduk negara di bumi, termasuk Indonesia, saat ini telah terkena dampak polusi cahaya hingga tingkat yang parah.
"Polusi cahaya membuat sekarang semakin sulit bagi manusia untuk dapat menikmati keindahan langit yang bertabur bintang, bulan, bahkan gugusan galaksi," ungkap Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (6/8).
Thomas mengatakan, saat ini, sebesar satu pertiga dari wilayah bumi sudah sepenuhnya tidak dapat melihat galaksi bima sakti. Paparan lampu dari permukiman dan berbagai hal, terutama di kota besar membuat cahaya dari galaksi dan benda langit terkalahkan.
"Bahkan di Indonesia dampak tersebut juga sudah sangat nyata terlihat. Salah satunya dari semakin berkurangnya kota yang bisa dijadikan lokasi pengamatan," tutur Thomas.
Dijelaskannya, salah satu yang paling terdampak adalah observatorium Bosscha Bandung. Saat ini, Bosscha sudah tidak lagi dapat digunakan untuk melakukan pengamatan bintang dan benda langit. Polusi cahaya di kawasan sekitar Bandung membuat saat ini Bosscha hanya bisa digunakan sebagai sarana edukasi.
"Jadi sudah sangat terasa dampak buruknya terutama dalam upaya penelitian," ujar Thomas.
Untuk menyosialisasikan dampak buruk polusi cahaya, dikatakan Thomas, harus dilakukan dengan terlebih dulu mengajak masyarakat melihat keindahan langit di kala minim terdistraksi oleh cahaya.
Salah satunya melalui Kampanye Malam Langit Gelap yang dilakukan untuk memberikan penyadaran pada masyarakat akan parahnya polusi cahaya yang telah terjadi di bumi.
"Masyarakat akan secara otomatis melihat bedanya ketika cahaya berkurang secara signifikan," ungkap Thomas.
Untuk mendukung pengamatan tersebut, kegiatan pengamatan publik dilakukan di pusat pengamatan LAPAN di Sumedang. Fasilitas teleskop akan dihadirkan bagi warga yang mengikuti kegiatan.
"Selain hamparan bintang masyarakat juga akan dapat melihat galaksi bimasakti," ungkap Thomas.
Dengan kondisi yang cerah dan langit yang gelap, pada Sabtu (6/8) malam masyarakat akan dapat melihat Segitiga Musim Panas yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, Altair. Bintang-bintang yang tersusun dalam bentuk segitiga yang di Jepang dikenal dengan Gingga.
Seluruh Indonesia juga bisa melihat dengan mata telanjang rasi bintang Angsa (Cygnus), Salib Selatan (Cygnus), dan rasi Kalajengking (Scorpiro). Selain itu, masyarakat juga mendapat bonus dengan kemunculan Mars, Saturnus, dan bintang Raksasa Merah Antares yang membentuk segitiga. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved