Menhub Ingin Pelayanan Kereta Api di Level Baik

Ardi Teristi Hardi
07/8/2016 04:51
Menhub Ingin Pelayanan Kereta Api di Level Baik
(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

MENTERI Perhubungan yang baru, Budi Karya Sumadi, mengunjungi Stasiun Yogyakarta, Sabtu (6/8). Ia pun berkeliling stasiun, dari mulai ruang tunggu penumpang, tempat pembelian tiket, hingga toilet.

Dalam kunjungan tersebut, Budi Karya menemukan salah satu kran di toilet laki-laki yang mampet dan meminta petugas di stasiun untuk segera memperbaiki. Ia pun sempat berbincang dengan beberapa penumpang di Stasiun Yogyakarta.

Budi Karya mengatakan kunjungannya ke Stasiun Yogyakarta karena melihat kereta api sebagai moda transportasi andalan. Pemerintah secara sistematis akan mengembangkan kereta api sebagai alat transportasi masyarakat di perkotaan.

Menurut dia, aktivitas masyarakat di Jogja menjadi salah satu role model aktivitas masyarakat di perkotaan. Oleh sebab itu, kedatangannya ke Stasiun Tugu untuk melihat aspirasi masyarakat di Jogja terhadap kereta api dan pelayanan yang diberikan. Kita ingin pelayanan kereta api pada level baik dan bisa memuaskan semua lapisan masyarakat.

Riset konsumen kereta api, lanjut dia, harus dilakukan secara detail untuk mengetahui tingkat kenyamanan dan pelayanan kereta api. Misalnya, menggunakan model relasi Solo-Yogyakarta yang setiap hari rata-rata memiliki 3000 penumpang.

"Kalau dari tarif, mereka rata-rata tidak complain, tetapi yang dikomplainkan harus berdiri saat kehabisan tempat duduk," kata dia.

Penumpang kereta api, lanjut dia, berdiripun tidak apa-apa, tetapi harus diformulasikan dengan tepat sesuai dengan strata. Ia membagi penumpang dalam beberapa strata, dari a, b, c, dan d.

"Selain sudah menjangkau kelas C dan D yang mayoritas, dan kelas B, saat ini pihaknya sedang merancang untuk kelas A atau para wisatawan agar bisa lebih nyaman menggunakan kereta api, bentuknya bisa satu kereta ataupun satu rangkaian," kata dia.

Menurut dia, turis pasti membutuhkan tingkat kenyamanan dan privasi yang lebih, misalnya, toilet bersih, ada pramugari dan pramugara yang cantik dan tampan, toilet kering. Ia mengatakan, kereta turis minimal seperti hotel bintang empat.

Jika kedua hal tersebut bisa tercapai, kereta akan lebih diunggulkan. Diharapkan, kereta api bisa menjadi substitusi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain dari sebelumnya menggunakan mobil ataupun bus.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Karya juga mengatakan, rencana mengganti Kereta Rel Diesel relasi Yogyakarta-Solo dengan Kereta rel listrik tetap jalan. Diharapkan, program tersebut bisa masuk untuk program tahun depan.

"Selain itu, kita juga memberikan perhatian (pengembangan kereta api) ke lain pulau," kata dia.

Dia pun berharap angkutan di Jawa bisa membiayai dirinya sendiri misalnya, dengan mengembangkan kereta turis untuk menyubsidi kereta yang lain.

Sementara itu, salah seorang penumpang Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Yogyakarta-Solo, Tri Warmiyati, mengaku tidak masalah dengan harga tiket yang ada saat ini. Ia hanya berharap, pemerintah dapat menambah rangkaian kereta Prameks karena selama ini banyak penumpang yang sering tidak dapat tempat duduk. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya