Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESTASI tiga Srikandi ini tidak diragukan lagi.
Mereka telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Ketiga perempuan itu ialah Nurfitriyana, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani, pemanah Indonesia saat Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan.
Meski tidak berhasil meraih medali emas di ajang tertinggi dunia olahraga itu, mereka berhasil meraih medali perak, dengan mengalahkan Amerika Serikat dan Uni Soviet.
"Jadi ketika itu, yang juara satu dan mendapat medali emas ialah tuan rumah Korea Selatan. Kedua Indonesia yang meraih medali perak dan perunggunya ditempati Amerika Serikat," kenang Kusuma.
Peristiwa itu begitu dikenang dan dibanggakan Indonesia.
Pasalnya, itu kali pertama Indonesia meraih medali selama 36 tahun mengikuti Olimpiade.
"Iya, jadi ini merupakan medali pertama Indonesia setelah 36 tahun Indonesia mengikuti Olimpiade, jadi tentu sangat membanggakan dan mengharukan bagi kami," ujar Lilies.
Tak ternilai
Kusuma pun menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dirasakan selama dilatih Donald Pandiangan yang saat itu sudah begitu dikenal sebagai pemanah Indonesia.
Bahkan, julukan 'Robin Hood Indonesia' melekat di diri pelatih tiga Srikandi itu.
Menurut Kusuma, berlatih dengan Donald merupakan suatu pengalaman yang tak ternilai dan kesempatan luar biasa yang tak mungkin datang dua kali.
Namun, banyak juga pengorbanan yang dilakukan Kusuma beserta kedua temannya untuk bisa sampai meraih medali perak di Olimpiade.
"Bang Donald itu kan terkenal dengan latihannya yang seperti tidak ada jadwal. Misal hari ini latihan, ya harus datang latihan. Jadi seingat dan sesuka-suka dia saja kapan mau latihan dan latihan sampai kapan," kenang Kusuma.
Porsi latihan yang diberikan Donald juga tidak main-main.
Untuk membentuk seorang pemanah yang profesional, Donald mengharuskan anak buahnya latihan sampai panjat tebing, naik gunung hingga lari ke sawah yang cukup berbahaya.
"Itu semua latihan kita lakukan selama tujuh bulan di Sukabumi hingga pada akhirnya segala persiapan baik itu fisik dan mental dilatih dengan sangat detail oleh Pak Donald," kata Kusuma.
Sampai pada akhirnya bisa bertanding di Olimpiade, Lilies pun punya pengalaman yang sangat berkesan dan sulit dilupakan.
Ketika itu, Lilies yang menjadi pemanah pertama mendapatkan hasil yang buruk sehingga ia mendapat kekalahan.
"Ketika itu, saya yang biasanya diharuskan disiplin selama berada di Korea, mendadak disuruh pelatih untuk refreshing. Jadi saya disuruh jalan-jalan sampai bosan di kompleks Olimpiade dan kebetulan semuanya gratis. Setelah bosan, baru saya kembali ke kamp pelatihan," kenangnya.
Barulah setelah itu, ia bisa dengan semangat dan konsentrasi menjalani latihan. Hingga pada akhirnya, kemenangan demi kemenangan berhasil diperoleh dengan maksimal dan menjadikan ketiga atlet panahan Indonesia meraih medali perak di ajang tersebut.
(M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved