Forum Anak Diperkuat

Puput Mutiara
06/8/2016 04:21
Forum Anak Diperkuat
(MI/Atet Dwi Pramadia)

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PP-PA) akan memperkuat peran forum anak di daerah melalui sentuhan kota layak anak.

Perencanaan pembangunan di daerah diharuskan memasukkan indikator kebutuhan dasar anak.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PP-PA Lenny M Rosalina mengatakan nantinya anak berperan sebagai pelopor dan pelapor.

Berbagai aspirasi yang disampaikan melalui forum anak nantinya menjadi bahan pertimbangan kebijakan yang pro terhadap perlindungan anak.

"Anak-anak terutama yang ada di daerah kita harapkan bisa menjadi solusi dari masalah yang ada di wilayahnya," ujar Lenny saat kunjungan kerja bersama Menteri PP-PA Yohana S Yembise ke SMPN 2 Parepare, Sulawesi Selatan, kemarin.

Lebih lanjut, ungkapnya, aspirasi anak secara umum telah banyak diimplementasikan dalam perencanaan program pembangunan tingkat provinsi.

Namun sebaliknya, di level desa maupun kabupaten/kota dan kecamatan masih berproses untuk bisa menerapkan buah pikir forum anak.

Ia mengungkapkan belum semua desa/kelurahan yang berjumlah 70 ribu di Tanah Air menempatkan indikator anak dalam perencanaan pembangunan daerah mereka.

"Memang belum semuanya, tapi kita sedang menuju ke sana," tukas Lenny.

Sementara itu, pemerintah saat ini mengadakan pelatihan bagi para perencana program di daerah agar bisa mewujudkan peran dan partisipasi anak dalam pembangunan.

Upaya tersebut dikemas dengan metode partisipasi anak menjadi lebih responsif.

Tidak hanya itu, nantinya para perencana program yang terlatih dan dianggap mumpuni akan direkrut menjadi pelatih di forum anak.

Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, cita-cita menjadikan bangsa Indonesia terbebas dari kekerasan anak bukan lagi hal yang mustahil.

"Kita juga sudah siapkan modul perencanaan berisi panduan umum dan teknis untuk melatih para perencana kebijakan," pungkasnya.

Upaya advokasi

Ketua Forum Anak Sulawesi Selatan Zhafran Fayiz juga mengutarakan harapannya agar semakin banyak anak Indonesia yang tergabung dalam forum anak.

Selain bisa menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, forum itu bisa bersama-sama melakukan upaya advokasi kepada pemerintah.

"Suara kami agar Indonesia, khususnya kota Parepare dan Sulawesi Selatan, bebas rokok. Kemudian sekolah gratis dari pemerintah bisa dioptimalkan," cetusnya.

Ia menilai langkah advokasi yang dilakukan melalui forum anak lebih efektif ketimbang audiensi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau pejabat pemerintah lainnya.

Acapkali, imbuhnya, anak-anak justru dianggap remeh lantaran masih di bawah umur.

Bersama anggota forum anak lainnya, ia pun berinisiatif mengadakan beragam kegiatan, antara lain membangun ruang singgah bagi anak kurang mampu di Makassar supaya mereka bisa belajar bersama dan berbagi pengetahuan demi masa depan yang lebih baik.

(H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya