Sapardi hanya Beristirahat

Abdillah M Marzuqi
05/8/2016 13:50
Sapardi hanya Beristirahat
(MI/Abdillah M Marzuqi)

SELAMA ini, di usianya yang menginjak 76 tahun, penyair Sapardi Djoko Damono seolah tidak memberi celah bagi apa pun yang bisa mengganggu aktivitas kreatifnya. Ia tetap enerjik dan produktif.

Namun, selama beberapa hari ini, ia terpaksa berhenti total dari segala aktivitas kreatifnya. Ia ingin fokus untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Sejak Rabu (27/7), ia dirawat di RSUP Fatmawati, Jakarta. "Saya cuma istirahat," ujarnya sembari tersenyum pada para pembesuknya, Selasa (2/8).

Siang itu, perawat melepas infusnya. Wajahnya berangsur cerah. Bicaranya lancar. Beberapa kali, ia sedikit terbahak menanggapi lelucon dari para kolega yang menjengguknya, termasuk penyair yang duduk di Dewan Kesenian Jakarta, Yahya Andi Saputra.

Sebaliknya, para pembesuknya juga dibuat tertawa oleh Sapardi. "Habis ini bisa jalan-jalan lagi," ujar Sapardi mengomentari pelepasan infus dari tangannya.

Pencipta puisi Hujan Bulan Juni itu mengaku awalnya dia hanya demam ringan. Namun, ia masih bisa bekerja. "Kerjaan saya kan tidak lari-lari, cukup menghadap laptop dan menulis," ujar penyair yang sajaknya dikenal dengan rangkaian kata-kata sederhana itu.

Sapardi mengira demam itu tidak bakal bertahan lama. Namun setelah dua pekan, kondisinya tak membaik, ia menjalani perawatan di RS. Meski kini kondisinya telah membaik, Sapardi masih dalam tahap observasi. "Saya berjanji untuk tidak membawa laptop ke sini."

Ia berupaya fokus pada pemulihan mengingat ada beberapa agenda yang menantinya, termasuk lawatan ke Tingkok untuk meluncurkan buku terbarunya, juga ke Malaysia untuk menghadiri undangan festival sastra.(Zuq/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya