Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGANGKATAN pengawas sekolah di daerah sampai saat ini dinilai masih tidak berdasarkan kompetensi dan kualifikasi serta cenderung berdasarkan keberpihakan (favoritism) dan lebih pada pertimbangan politis. Dalam beberapa kasus, tidak sedikit pengawas sekolah yang tidak mengerti tugas pokok sehingga sangat merugikan pihak sekolah.
Demikian benang merah diskusi pendidikan bertajuk Pengawas Sekolah Pemeran Penting di Balik Layar Penjaminan Kualitas dan Akuntabilitas Pendidikan yang digelar Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
"Ada pengawas sekolah yang diangkat tanpa seleksi atau rekrutmen, kedekatan dengan tim sukses sehingga tidak mampu menguasai basis mata pelajaran," ungkap Pengawas SMA Bekasi, Rojali, dalam diskusi itu. Menurut Rojali, idealnya pengawas sekolah memiliki kemampuan lebih daripada kepala sekolah.
Senada, Kepala SMA Negeri 1 Bekasi Endang Sri Hartati mengemukakan pihaknya tidak jarang menemui pengawas yang tidak mengetahui tugas.
"Pengawas sekolah banyak yang tidak dikenal dan ada yang tidak mengetahui tugasnya. Terkadang kami hanya diberi form administrasi untuk mengisi pelaporan kegiatan sekolah," kata Endang.
Dewi Oscarina, Kepala SD Global Jaya juga mengakui ada pengawas yang jarang mengunjungi sekolahnya. "Ketika itu saya cermati kemungkinan pengawas yang bersangkutan kurang pelatihan dan inferior karena berhadapan dengan guru asing di sekolah kami."
Dalam menanggapi penilaian kritis itu, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen Kemendikbud, Garti Sri Utami, mengatakan pihaknya telah mempunyai profil pengawas sekolah yang telah mengikuti uji kompetensi pada 2015. "Kami sudah mempunyai profil pengawas meski baru 82% dari 24 ribu orang yang mengikuti uji kompetensi," ujarnya.
Garti menjelaskan, pada masa Mendikbud Anies Baswedan, telah dirancang posisi pengawas sekolah sebagai jalur karier yang tidak terpisahkan, mulai guru, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, hingga pengawas sekolah.
"Dengan posisi ini, pengawas sekolah akan profesional, tidak minder karena terseleksi dengan baik berdasarkan jenjang karier itu," tandasnya.
Peran kunci
Senior Advisor ACDP, Totok Amien Soefijanto, menegaskan pengawas sekolah memainkan peran kunci dalam penjaminan mutu dan akuntabilitas sistem pendidikan.
Pengawas diharapkan dapat berperan sebagai pengelola pendidikan sekaligus pemimpin pedagogis atau 'pemimpin pembelajaran'.
Pengawas sekolah bertugas untuk memastikan standar pendidikan dilaksanakan dengan cara menginspeksi dan evaluasi serta menasihati, membimbing, dan memberikan dukungan bagi guru serta kepala sekolah.
Namun, kata dia, kajian oleh Australia-Indonesia Basic Education Project menemukan pengawas memiliki sejumlah kekurangan dalam pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan proses pendidikan.(H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved