Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata Indonesia meminta 120 Perguruan Tinggi Pariwisata yang ada di Indonesia untuk untuk bersama-sama ikut berpartisipasi dalam membangun 10 destinasi pariwisata baru di Indonesia.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Achmad Syah saat membuka Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata Indonesia yang berlangsung di Golden Tulip Ungasan Bali, 3 - 5 Agustus 2016.
Dalam menggarap 10 destinasi baru tersebut, Kemenpar bekerja sama dengan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) untuk ikut berpartisipasi dengan caranya sendiri-sendiri membangun 10 destinasi baru tersebut.
Rakornas kali ini mengangkat tema “Peran Aktif Perguruan Tinggi Pariwisata dalam Pencapaian Target 20 (dua puluh) Juta Kunjungan Wisman Tahun 2019”.
Kemenpar berkeyakinan bahwa SDM pariwisata di Indonesia harus terus-menerus dikembangkan karena ke depannya, yang tersisa dari devisa adalah SDM dan pariwisata.
"Kita yakin bahwa minyak akan habis, hutan akan habis, batubara akan habis. Sementara SDM dan pariwisata tidak pernah akan habis. Makanya kita perlu membenahi sejak saat ini," ujarnya.
Untuk itu, Kemenpar berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35.000 tenaga kerja sektor pariwisata.
“Angka itu mengalami kenaikan 100% dari target 2015 sebanyak 17.500 tenaga kerja,” katanya.
Selain itu, Kemenpar juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang pada tahun 2019 mentargetkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.
“Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing,” kata Ahman Sya.
Pada 2015, daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di ranking 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Sedangkan di tingkat dunia berada di rangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura di ranking 3 dan Filipina di ranking 42 dunia.
Kemenpar memiliki strategi khusus untuk meningkatkan daya saing SDM Pariwisata Indonesia. Sejumlah kelemahan SDM pariwisata kita harus diperbaiki terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris.
“SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni; penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial. Untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal ini menjadi fokus perhatian,” kata Ahman Sya.
Melalui Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata, menurut Ahman Sya, akan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan.
Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat) Perguruan Tinggi Pariwisata Indonesia diharapkan memiliki kontribusi besar untuk turut mengembangkan 10 Destinasi Prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah.
Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan akan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement (MRA) Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Perguruan tinggi pariwisata memiliki tugas untuk mendidik generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Banyak perubahan besar Indonesia diawali oleh pergerakan mahasiswa, contohnya reformasi 1998”.
Diharapkan dengan perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan destinasi prioritas maka mahasiswa akan turut menjadi bagian dari ujung tombak pengembangan sektor Pariwisata Indonesia.
Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.
Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia diikuti 400 peserta dari perwakilan Perguruan Tinggi Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pengembangan SDM meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar MRA ASEAN. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved