Dua Dekade Perangi Kanker

Cornelius Eko Susanto
03/8/2015 00:00
Dua Dekade Perangi Kanker
(MI/LILIEK DHARMAWAN)
TUBUH tinggi Tonny S Moerdijat terlihat menonjol di antara peserta lain yang berbaris sejajar di atas panggung. Kendati telah berusia 77 tahun, dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu masih terlihat bugar saat menerima penghargaan Wira Karya Kencana yang diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pemberian penghargaan itu dilakukan pada puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII pada Sabtu (1/8) di Tangerang Selatan, Banten.

Ia mendapat penghargaan atas sumbangsih menyosialisasikan bahaya kanker leher rahim (serviks) tanpa kenal lelah.

Maklum, di sela-sela kegiatan praktik dokternya, hampir saban hari dokter lulusan Universitas Airlangga, Surabaya, itu blusukan ke desa-desa untuk menyosialisasikan bahaya kanker serviks, plus terlibat dalam banyak kegiatan pemeriksaan gratis.

"Tidak terasa kegiatan ini sudah saya lakukan selama lebih dari dua dekade (20 tahun), dan sampai sekarang masih berlangsung," sebut Tonny seusai menerima penghargaan dari Kepala Negara.

Kendati bermukim di Purwokerto, ia tidak membatasi kegiatan sosialisasi bahaya kanker. Kegiatan serupa dilakukan di kota lain, seperti ke Ciamis, Jawa Barat, hingga Magelang.

Aktivitas blusukan lulusan spesialis kebidanan dan kandungan pada 1970 itu sebenarnya bisa jadi karena pernah mengalami musibah ketika istrinya, Utami, pada 1981 divonis mengidap kanker. Sebagai seorang dokter, Tonny berjuang sekuat tenaga untuk mengobati istrinya. Bahkan, dia sempat membawa istrinya untuk berobat ke Belanda. Walau sudah berusaha, takdir berkehendak lain. Pada 1991, sang istri tercinta akhirnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Peristiwa yang dialaminya membuatnya terhenyak. Proses pengobatan kanker membutuhkan pengobatan yang kompleks dan biaya yang cukup besar. Dia pun membayangkan bagaimana rasanya bila hal itu terjadi pada keluarga yang tidak mampu.

Dari situlah dia memutuskan untuk bergabung dengan Yayasan Kanker Indonesia. Tonny pun fokus pada upaya pencegahan dan pengobatan pada jenis kanker yang sering terjadi di Indonesia, yaitu kanker payudara dan serviks.

Tonny yang sudah mulai aktif dalam pencegahan kanker sejak 1998, akhirnya membentuk Rotary Community Club (RCC) Utami, yang fokus pada kegiatan pencegahan dan pemeriksaan kanker secara gratis.

Menurut Tonny, penyakit kanker sejatinya bisa dicegah. Hal yang paling penting untuk mencegah kanker serviks ialah dengan melakukan pemeriksaan dini.

Sayangnya kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri masih rendah. Hal itulah yang menjadi landasan Tonny untuk tetap blusukan ke desa-desa.(H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya