Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM salah satu situs bahasan universitas dunia, Timeshighereducation.com, salah satu keunggulan University of Nottingham yang dibahas ialah soal peringkatnya di UI Greenmetric Ranking of World Universities. Universitas yang terletak di Inggris itu menduduki posisi pertama UI Greenmetric Ranking of World Universities pada 2011, 2014, dan 2015. Tidak salah jika nama sistem perangkingan itu cukup akrab di telinga karena nyatanya memang produk Indonesia. Inisial UI yang berada di depan memanglah nama universitas tertua Nusantara, Universitas Indonesia. Lahir sejak 2010, sistem perangkingan inovatif tersebut kini telah diikuti 407 universitas dari 65 negara. Jejak membanggakan ini lahir dari guru besar bidang teknik komputer, Riri Fitri Sari.
Di Rabu (27/7) pagi yang sejuk, Media Indonesia berkesempatan berbincang dengan perempuan yang memiliki segudang prestasi itu. Prestasi Riri memang juga berderet di berbagai institusi. Sejak 2009, ia juga tercatat sebagai anggota senior Institute for Electronics and Electrical Engineers (IEEE) yang merupakan organisasi profesi insinyur yang paling besar di dunia. Selain itu, namanya tercatat sebagai anggota British Computer Society, Society for Computer Simulations, dan Information System Audit and Control Association. Siapa yang melihat Riri sesungguhnya sudah bisa melihat energinya yang besar dari kesigapannya. Pagi itu, sebelum waktu pertemuan tiba, ia pun sudah siap ditempat yang dijanjikan.
Bicara soal kiprahnya di sistem perangkingan yang melibatkan indikator lingkungan, Riri menuturkan semuanya berawal dari konferensi soal pemeringkatan universitas dunia di Vietnam pada 2008. Ingin memberi sumbangsih, Riri pun merasa tidak nyaman jika hanya menjadi pendengar setia. Sekembalinya ke Indonesia, ia mencoba membahas ide tentang perangkingan universitas dengan beberapa teman. Terlebih Riri memang merasa diperlukan perangkingan yang berbeda karena perangkingan selama ini hanya pada capaian akademik. Padahal, penggelolaan universitas yang berpihak pada lingkungan semakin menjadi hal penting. Selain itu, pemahaman Riri terhadap konsepsi ruang menjadi salah satu pertimbangan utama. Ruang yang asri akan mendukung lahirnya ide baru.
“Komunikasi bisa dilakukan tanpa harus tatap muka dengan menggunakan ponsel dan sejenisnya, tapi bertemu dan ngobrol secara langsung punya kelebihan. Ketika bertemu akan ada dialog yang membuat ide-ide baru muncul. Untuk itulah, diperlukan lingkungan yang asri dan nyaman,” tutur perempuan kelahiran Bukittinggi itu. Gayung bersambut, gagasan itu diterima dan dibentuklah tim yang tiga tahun kemudian melahirkan UI Greenmetric pertama. Bergerak dengan passion. Itulah yang bisa didapati dari seorang Riri. Ia mengungkapkan segala sesuatu yang dikerjakan berdasarkan kesukaan. Selain itu, keajegan dan sikap pantang menyerah menjadi syarat mutlak dalam mencapai cita. Tanpa itu, mustahil bisa didapat hasil memuaskan. “Kita kerjakan sesuatu ya karena suka. Kalau enggak, ya, jadi beban. Karena yang saya lihat bahwa semua yang lurus dan fokus, akan mencapai tujuan,” terang ibu tiga anak itu.
Kiprah Riri juga berangkat dari pemahaman dan kesadaran atas bangga menjadi seorang Indonesia. Kecintaan terhadap profesi dan totalitas dalam menjalankan tugas ialah kunci baginya untuk menjadi besar di tengah bangsa lain. Selain itu, ia begitu menghayati perannya sebagai orang yang dipercaya untuk bisa membuka mata dunia terhadap keberadaan UI. Tentu saja sesuai dengan bidang yang digelutinya, yakni teknologi informasi. Itulah yang membuatnya berkata, “Saya harus bisa memunculkan nama UI di dunia.” Tanpa mengesampingkan budaya rendah hati, ia juga memahami betapa pentingnya unjuk gigi di dunia internasional. Ia menyeru kepada bangsa Indonesia untuk mau berkiprah di depan bangsa lain. “Kita kadang harus show up di dunia internasional,” tambahnya.
Kartini sampai Tintin
Diakui Riri, masa pendidikan ialah masa yang sangat berpengaruh dalam pencapaiannya saat ini. Semasa kecil, ia mengaku sering membaca berbagai kisah inspiratif dari banyak tokoh besar. Kisah perjuangan Kartini sampai petualangan fiksi Tintin menjadi inspirasinya. “Saya rasa itu tidak terlepas dari semua yang kita alami di masa pendidikan. Semua yang kita baca jadi inspirasi kita,” terang perempuan yang juga menjabat Kepala Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi (PPSI) UI itu. Tak hanya membaca teks, ia mengaku mendapat inspirasi dan semangat dari siapa pun yang dia temui. “Inspirasinya malah dari mana-mana,” ujarnya. Namun, jangan dikira kariernya selalu mulus. Ia sempat pula tidak terpilih untuk beberapa posisi dan jabatan. Ia mengungkap banyak yang bisa dilakukan untuk menghadapi momen kejatuhan dan bisa bangkit. Salah satunya ialah berlapang dada dan selalu positif.
“Ketika kita terkena sesuatu, kita bangkit. When one door closes, the other door opens. Jadi kita lihat kesempatan lain yang menyongsong,” sambutnya. Yang lebih penting, ia tidak pernah membiarkan momen kejatuhan terus menghantui dan mengganggu langkahnya di kemudian hari. “Dalam hidup saya sebenarnya banyak sekali, tapi saya tidak berusaha mengingat,” pungkasnya. Di sisi lain, bicara soal era teknologi, Riri mengingatkan manusia tidak begitu saja bergantung pada gawai. Manusia harus tetap mengasah kemampuan diri, termasuk kemampuan otak. “Itu tidak akan terlatih. Otak akan terhenti,” terangnya. Riri pun mengingatkan agar manusia harus tetap menjadi tuan dari apa yang diciptakan alias bukan menjadi budak teknologi. “Kita harus menjaga kemanusiaan termasuk emosi, etika, kebenaran, keyakinan. Menjaga supremasi kita atas teknologi informasi.” ucapnya. Untuk itulah, ia menyeru agar generasi masa depan dibekali dengan agama dan keyakinan yang kuat. Di samping mereka juga harus punya semangat untuk memperlihatkan kemampuan di kancah internasional. “Generasi ke depan kuat. Generasi ke depan punya agama, punya keyakinan kebenaran,” tandasnya. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved