Ahli Matematika Asia Bertemu di Universitas Sanata Dharma

Agus Utantoro
03/8/2016 14:01
Ahli Matematika Asia Bertemu di Universitas Sanata Dharma
(youtube)

PARA ahli matematika dari berbagai negara di Asia bertemu di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada 3-11 Agustus. Para ahli itu akan membahas analisa stochastic.

"Kegiatan bertajuk SEAMS School 2016 itu menghadirkan narasumber para pakar matematika tingkat dunia dari negara-negara Eropa, Filipina, dan Indonesia" kata panitia pelaksana SEAMS School 2016 Herry Pribawano Suryawan.

Menurut dia, narasumber itu antara lain Prof Dr Vincent Bansaye dari Prancis Dr Erik Baurdoux (Inggris), Dr Wolfgang Bock (Jerman), Dr Kristine Joy E Carpio (Filipina), Prof Dr Jose Luis da Silva (Portugal), Dr Torben Fattler (Jerman), Prof Dr Ludwig Streit (Jerman), dan Dr Dumaria Rulina Tampubolon (Indonesia).

"Dengan narasumber para pakar matematika tingkat dunia itu para peserta diharapkan mampu menyerap ilmu lebih banyak mengenai analisa stochastic sehingga menambah pengetahuan mereka," kata Herry.

Ia mengemukakan jumlah peserta SEAMS School 2016 tercatat sebanyak 47 orang dari berbagai negara. Dari peserta sebanyak itu, 15 orang di antaranya berasal dari luar Indonesia.

"Peserta mancanegara itu antara lain berasal dari Filipina delapan orang, Malaysia satu orang, Thailand dua orang, Pakistan satu orang, Jepang satu orang, dan Kamboja dua orang," kata Herry.

Pakar matematika dari Universitas Sanata Dharma (USD) YG Hartono mengatakan analisa stochastic merupakan bagian dari ilmu matematika. Analisa stochastic memang agak susah dipelajari.

Hal itu, kata dia, menyebabkan analisa stochastic selama ini kurang populer. Analisa stochastic pada prinsipnya mempelajari tentang hal yang tidak pasti dengan ilmu matematika.

"Misalnya, menyangkut perkiraan cuaca, memprediksi harga emas, dan kurs mata uang. Meskipun semua itu merupakan sesuatu yang tidak pasti, tetapi bisa diperkirakan menggunakan analisa stochastic," kata Hartono. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya