PESERTA International Olympiad of Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2015 berhasil melewati tahapan kompetisi individu yang diakhiri dengan tes analisis data.
Sebelumnya selama tiga hari, para 210 peserta IOAA dari 41 negara telah melalui tes observasi dan tes teori.
Tes analisis data, tes terakhir dari tiga rangkaian tes individu ini masih memilih tempat di Sekolah Taruna Nusantara, Magelang, Jumat (31/7).
Tes analisis data berjalan dengan lancar dari pukul 07.30 WIB hingga 11.30.
"Waktu yang diberikan untuk tes analisis ini lebih singkat daripada tes teori, yakni 4 jam," kata salah satu juri IOAA 2015 Endang Soegiartini.
Endang pun mengungkapkan bahwa di dalam tes analisis data, peserta harus menjawab dua soal tes yang mengharuskan para peserta menghitung, mengukur, dan hingga mendeskripsikan data yang dia terima.
Berdasarkan International Board Meeting (IBM) yang dilakukan oleh semua team leader, tahapan terakhir dari tes kompetisi individu ini berbobot sebesar 25%.
Bobot ini sama halnya seperti tes observasi, sedangkan yang paling besar ialah tes teori, yakni 50%.
Ketiga tes tersebut pun menjadi bahan pertimbangan untuk mendapatkan medali di IOAA 2015.
Nantinya seperti penyelenggaraan IOAA sebelumnya, perolehan medali pun dibagi menjadi tiga jenis, yaitu emas, perak, dan perunggu yang tentunya akan diperoleh para peserta yang unggul.
Tes analisis data ini lebih berjalan dengan lancar daripada tes teori di hari sebelumnya.
Pelaksanaan tes teori di hari sebelumnya terkendala karena siswa mengeluh sakit yang langsung dilarikan ke klinik terdekat.
Setidaknya tiga peserta sakit dan kemudian dilarikan ke klinik terdekat, misalnya Meerim Emil Kyry, peserta dari Kirgizstan.
"Di tes analisis data lebih lancar, sedikit yang meminta keluar karena sakit," kata salah satu panitia IOAA 2015, Syafirah Aini.
Tes analisis data tersebut mengakhiri rangkaian tahapan tes individu peserta IOAA.
Meski demikian, para peserta masih akan menjalani dua tes lainnya, yakni kompetisi poster dan kompetisi tim.