Presiden Minta Keluarga Tanamkan Budi Pekerti

Tlc/DA/I-3
02/8/2015 00:00
Presiden Minta Keluarga Tanamkan Budi Pekerti
(MI/ANGGA YUNIAR)
PRESIDEN Joko Widodo meminta para orangtua mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak mereka.

Pemberian budi pekerti yang diberikan di lingkungan keluarga sejak dini dinilai lebih mudah membentuk karakter anak.

"Kepada Menteri Pendidikan (Anies Baswedan), saya pesan agar pemberian budi pekerti di sekolah mendapat perhatian khusus. Saya juga titip agar keluarga mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak mereka," sebut Presiden Jokowi di Puncak Perayaan Ke-22 Hari Keluarga Nasional di Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Peran keluarga dalam menanamkan karakter anak, menurut Presiden, sangat vital.

Pasalnya, dari keluargalah landasan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta rasa saling memiliki bisa diperkenalkan sedini mungkin.

Melalui pembentukan karakter, niscaya kelak anak-anak Indonesia akan menjadi tenaga berkualitas.

Presiden juga mengingatkan, pada periode 2020-2030, Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Pada periode itu, jumlah tenaga kerja produktif sangat melimpah, sedangkan penduduk nonproduktif berada pada titik terendah.

"Pada periode itu jumlah angkatan kerja mencapai 70%, sedangkan penduduk nonproduktif usia di bawah 15 tahun dan di atas 60 tahun hanya 30%," papar Jokowi.

Namun, imbuh Presiden, bonus demografi seperti dua sisi mata uang. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja bisa membawa negara cepat makmur.

Di sisi lain, bila kualitas tenaga kerja rendah, mereka niscaya hanya akan menambah beban negara.

Hal senada diutarakan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menyatakan pembentukan karakter lebih prioritas diberikan kepada anak-anak dibandingkan memberikan kompetensi.

"Kalau karakter negatif sudah terbentuk sejak kecil, itu lebih susah diubah, sedangkan kompetensi bisa diberikan kapan saja."

Pada kesempatan tersebut, Presiden memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa di bidang kesehatan dan kependudukan, salah satunya Tonny S Moerdijat.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan berusia 77 tahun itu menerima Wira Karya Kencana.

Tonny tanpa kenal lelah menyosialisasikan bahaya kanker leher rahim (serviks).

Hampir saban hari, ia blusukan ke desa-desa dan terlibat di banyak kegiatan pemeriksaan gratis.

"Tidak terasa kegiatan ini sudah saya lakukan selama lebih dari dua dekade dan sampai sekarang masih berlangsung," ucapnya sesuai menerima penghargaan dari Presiden.

Penghargaan juga diberikan kepada 22 gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya