Pemalsu Sasar Apotek dan Toko Obat

Mlt/Try/X-8
01/8/2016 07:11
Pemalsu Sasar Apotek dan Toko Obat
(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

OBAT-OBATAN untuk penyakit tidak menular (non-communicable disease), seperti obat jantung, darah tinggi, dan gula (diabetes), juga obat-obatan yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari paling sering dipalsukan.

Obat-obatan berupa serum dan diagnostik, vitamin C suntik, serta antidisfungsi ereksi juga termasuk yang banyak dipalsukan.

Pendapat itu disampaikan Executive Director International Pharmaceutal Manufacturers Group (IPMG) Parulian Simanjuntak, Direktur Penjualan Bio Farma Drajat Alamsyah, dan Kepala Pusat Penyidik Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Hendri Siswadi saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, kemarin.

"Obat palsu yang berhubungan dengan lifestyle product itu sangat sulit dibedakan secara kasatmata, harus diteliti, dan sering dipakai dokter," jelas Parulian.

Target pemalsuan obat-obatan itu, lanjutnya, tidak menyasar konsumen, tetapi langsung pada bagian retail, seperti apotek dan toko obat. "Seharusnya jenis obat-obatan itu ditebus dengan resep dokter, tetapi faktanya masyarakat secara bebas dapat membeli tanpa resep dokter," tambah Parulian.

Di sisi lain, Drajat Alamsyah mengungkapkan pemalsuan obat-obatan tersebut masih dalam proses penanganan. Terkait dengan obat-obatan disfungsi ereksi dan vitamin C suntik yang dipalsukan, menurut Hendri, konsumen enggan melapor karena telanjur malu.

"Pfizer (produsen Viagra) sering melapor kepada kami, tetapi konsumen malu untuk melapor. Sebabnya, Viagra itu kan harus menggunakan resep dokter, tetapi konsumen mencarinya melalui mulut ke mulut, juga online," ujar Hendri.

Tren transaksi daring, tambahnya, juga semakin menyulitkan penertiban karena umumnya sistem transaksinya beli putus. Pembeli, kurir, dan penjual tidak saling kenal.

"Masyarakat sering kali mempertanyakan alasan tak ditertibkannya kios obat kuat di pinggir jalan. Penertiban itu ada di ranah pemerintah daerah. Tugas dan fungsi Badan POM menertibkan obatnya. Kami sudah menangkap pemalsu vitamin C di Sunter," kata Hendri lagi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya