Keuntungan Besar Dorong Maraknya Pemalsuan Obat

Melati Yuniasari Fauziyah
31/7/2016 15:57
Keuntungan Besar Dorong Maraknya Pemalsuan Obat
(Ilustrasi--ANTARA)

PEREDARAN obat-obatan palsu kian banyak ditemukan di masyarakat. Berdasarkan pengetahuan International Pharmaceutal Manufacturers Group (IPMG), jenis obat-obatan yang mudah laku, mendatangkan banyak keuntungan, sudah terkenal dan banyak diperkenalkan di kalangan masyarakat merupakan obat-obatan yang seringkali dipalsukan oleh para oknum.

Dalam artian, obat untuk non-communicable disease seperti obat jantung, darah tinggi, gula serta obat-obatan yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari menjadi pilihan oknum. Executive Director IPMG Parulian Simanjuntak menyebutkan bahwa target pemalsuan obat-obatan tersebut berhubungan dengan lifestyle product.

"Produk-produk tersebut sering dipakai dokter. Obat palsu ini sangat sulit dibedakan secara kasat mata, harus diteliti," ungkapnya, Minggu (31/7).

Ia menjelaskan, dalam hal ini para oknum tidak menyasar konsumen melainkan langsung pada bagian retail seperti apotik dan toko obat. Seharusnya jenis obat-obatan tersebut ditebus dengan menggunakan resep dokter, namun faktanya dilapangan masyarakat dapat secara bebas membeli obat-obatan tersebut tanpa resep dokter.

"Mereka (oknum) tidak menyasar konsumenya tapi dibagian retailnya, jadi apotik yang suka nakal dan toko obat. Kalau baik kan harus tercatat distributor resminya, bayar pajak, dan sebagainya," imbuhnya.

Umumnya para oknum mematok harga tidak jauh dari harga obat asli. Pasalnya mereka menyadari apabila harga jual terlalu miring, maka pasien akan mengkhawatirkan keaslian obat yang diper jual-belikan. Menurutnya, pasien yang sering mengonsumsi obat tertentu bisa mengetahui keaslian dari obat yang dikonsumsinya jika terdapat keanehan pada kemasan, warna obat maupun rasa.

Ia menilai, maraknya pemalsuan obat dikarenakan dapat memberikan keuntungan yang sangat besar namun pemberian hukuman relatif ringan.

"Makin sedikit biaya produksi, semakin tinggi profit dan semakin terkenal obat, itu yang dipalsukan. Ada sindikat pemalsu obat internasional, karena keuntungan lebih besar tetapi hukuman relatif ringan," pungkasnya.

Direktur Penjualan Bio Farma Drajat Alamsyah mengungkapkan bahwa serum dan diagnostik merupakan jenis obat-obatan yang terindikasi dipalsukan. Namun hal tersebut masih dalam proses penanganan. "Tetapi itu masih dalam proses penanganan lebih lanjut," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya