Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar Turki di Jakarta telah mengeluarkan rilis yang menyebutkan sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, terkait dengan kelompok Fethullah Gulen yang dituding terlibat dalam aksi kudeta yang gagal.
Salah satu sekolah yang disebutkan adalah SMP/SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School yang berada di Jl Wates Km 10, Argomulyo, Sedayu, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menanggapi tuduhan itu, budayawan Yogyakarta Emha Ainun Nadjib atau yang biasa dipanggil Cak Nun mengaku tidak percaya dan tidak terpengaruh dengan rilis Kedutaan Besar Turki tersebut.
Cak Nun menyebut dua anaknya bersekolah di sekolah tersebut dan bahkan akan memasukkan satu anak lagi.
“Dua yang sudah sekolah di sini dan mau yang ketiga,” kata Cak Nun, Sabtu (30/7).
Cak Nun menilai permintaan negara Turki agar sekolah yang berafiliasi dengan kelompok Gulen ditutup adalah permintaan yang sangat berlebihan.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang mempunyai pemerintahan, mempunyai data base, kepolisian, dan intelijen, sehingga tahu apa yang ada di dalam negaranya.
“Kalau ada potensi terorisme tentunya negara tahu. Masak sudah 25 tahun baru sekarang tahu,” jelasnya.
Di dalam kejadian apa saja sehari-hari, antara manusia, di masyarakat, di kampung atau di dunia politik, rumusnya sama yakni cek dan ricek. Di agama Islam disebut tabayun atau rekonfirmasi.
“Saya kira pemerintah Indonesia akan melakukan hal yang sama cek dan ricek, dilihat semua faktornya. Harus ada keseimbangan informasi ,data dan fakta,” ungkapnya.
Suami Novia Kolopaking itu menyampaikan jika saat ini sekolah-sekolah yang dituduh tetap harus dipelajari. Dimana faktor - faktor terorisme itu.
“Dimana orang bikin teror capek-capek bikin gedung kayak gini, urusan sama ribuan orangtua murid, terus setiap hari siang malam menjaga anak-anak, itu untuk terorisme yang kayak apa?” tanyanya.
Ia menjelaskan prestasi sekolah tempat kedua anaknya menempuh pendidikan sangat luar biasa. Sekolah itu adalah produsen pemenang-pemanang olimpiade terbanyak. Di sekolah para siswa tidak dimarahi tetapi didorong untuk menjadi penemu dalam bidang ilmu dan teknologi.
“Saya percaya secara kependidikan, secara, budaya aman, keamanan fikiran anak saya, keamanan fisik. Saya mempelajari, ini anak saya jadi tidak boleh main-main dan saya percaya,” tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved