Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TAMPAKNYA Habibie tidak berhenti menginspirasi di usia senja. Layaknya lokomotif, ia tetap melaju menanjaki curaman dan menanggapi tantangan masalah bangsa ini, khususnya untuk para muda dan penerus bangsa. Kali ini lewat kumpulan buku Habibie the Series, ia hadir dalam inspirasi untuk seluruh rakyat Indonesia. Mungkin, angka delapan melambangkan keabadian. Karena itu, usia 80 tahun pun menjadi sangat berarti, apalagi bagi sesosok Habibie. Ia selalu meninggalkan karya abadi bagi penerus bangsa yang yakin dengan impian beliau: pemikiran, ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kepemimpinan, inspirasi, hingga kisah cinta Habibie & Ainun yang menjadi bukti adanya cinta sejati.
Buku Habibie the Series merupakan persembahan spesial dalam rangka ulang tahun ke-80. Seri ini terdiri atas 8 judul. Seri pertama berjudul Jangan Pernah Berhenti (Jadi) Habibie (112 halaman). Buku pertama menghadirkan layaknya pengantar dengan membahas kepemimpinan dan ketokohan beliau. Habibie telah menunjukkan beliau tidak hanya cakap dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga unggul dalam kepemimpinan. Buku kedua berjudul Habibie: Jejak sang Penanda Kebangkitan (112 halaman). Buku ini menghadirkan kisah pascabaliknya Habibie ke Indonesia dari Jerman.
Peristiwa itu menjadi penanda bagi bangsa Indonesia yang makin disegani karena berhasil masuk industri teknologi tinggi. Buku ketiga berjudul Karya Nyata Untuk Indonesia (112 halaman). Tak hanya sebagai seorang ahli aeronautika terkemuka, sosok Habibie juga digambarkan melalui kiprahnya di dunia perpolitikan Indonesia. Buku ini memuat impian, visi, pandangan, serta kerja nyata Habibie sebagai seorang ahli aeronautika maupun kiprahnya dalam demokrasi Indonesia. Gagasan-gagasan kecil yang justru menjadi awal dan pembuka dari era reformasi di Indonesia.
Buku keempat berjudul Habibie; Totalitas sang Teknosof (112 halaman). Kisah Habibie dimulai saat mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dalam ilmu filsafat teknologi dari Universitas Indonesia pada 10 Januari 2010. Ketika itu, ada beberapa anggapan yang ingin mengelompokkan Habibie masuk ranah ekonom atau teknokrat. Momen itu seolah mengukuhkan Habibie seorang teknosof.
Buku kelima berjudul Habibie; Musik, Film, dan Kegemaran (112 halaman). Ternyata Habibie memiliki kegemaran seperti masyarakat pada umumnya. Sosok Habibie tidak bisa terlepas dari musik, film, hobi, dan beragam kegemaran lainnya. Kegemaran-kegemaran itulah yang menjadikan beliau sebagai sosok yang unik, menarik, dan penuh kejutan. Buku keenam berjudul Habibie; Makna Dibalik Lensa. Buku ini menjurus pada kegemaran Habibie dalam fotografi. Ia ternyata memiliki insting yang baik dalam memadukan komposisi dan warna menjadi sebuah karya foto. Kecintaannya pada fotografi, pemandangan alam, dan angkasa telah menginspirasi beliau untuk mengabadikan keindahan-keindahan tersebut. Megahnya langit dan alam pun berhasil terbingkai dengan manis dan menawan.
Buku ketujuh berjudul Ainun; Mata Cinta Habibie (112 halaman). Buku ini menghadirkan cerita-cerita menarik tentang Ibu Ainun Habibie yang jarang ditemui. Secara hangat, buku ini mengajak pembaca untuk memintal lagi kenangan-kenangan mengenai segala hal tentang Ibu Ainun lewat foto, komentar para tokoh, dan juga catatan-catatan terpilih dari orang-orang mengenal Ibu Ainun.
Buku komik
Sebagai penutup, seri terakhir berjudul Habibie; Dalam Komik, Puisi dan Surat (112 halaman). Buku Ini menghadirkan apresiasi serta kekaguman orang-orang yang mengenal Habibie hanya sebatas cerita, membaca buku, melihat di televisi, ataupun mendengar dari cerita orang tua. Buku ini berisi komik dari komikus, puisi dari penulis, serta 15 surat dari masyarakat Indonesia yang turut serta dalam program Letters to Habibie.
Kedelapan buku ini disusun bukan oleh satu orang. Ada beberapa nama yang berturut andil sebagai penulis, di antaranya Sutanto Sastraredja, A Makmur Makka, Fachmy Casofa, Ferrial Pondrafi, Windri Astuti, dan Hartanto. Rangkaian buku ini diterbitkan atas kerja sama antara Tiga Serangkai dan The Habibie Center. Saat membaca kumpulan buku ini, pembaca akan diajak lebih jauh menyentil sosok Habibie. Buku ini menghadirkan sosok Habibie sebagai manusia seutuhnya. Bukan hanya aspek karier secara formal, melainkan juga hobi dan kegemaran yang lazim dimiliki semua orang. Tak perduli dari latar apa pun.
Dengan gaya tutur ringan, buku ini tampaknya tidak hendak mengerutkan kening para pembacanya. Sebaliknya, buku ini akan meletik bunga-bunga api semangat. Susunan kata dalam beberapa buku, terutama seri pertama, menjadi indah dengan rangkai kalimat bijak dan penuh makna. Buku ini tidak hanya untuk mereka muda ataupun yang paruh baya. Sebab masih ada ketika seri terakhir. Ketika melewat buku kedelapan, gambar komik akan menjadi jembatan penghubung yang efektif dan komunikatif untuk dimengerti usia baru baca. Pada akhirnya, gambaran itu semakin nyata bahwa Indonesia seharusnya bangga memiliki tokoh seperti BJ Habibie. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved