Tes Planetarium di Langit yang Cerah

MI
31/7/2015 00:00
Tes Planetarium di Langit yang Cerah
(MI/Tosiani)
SETELAH sempat tertunda karena kendala teknis sehari sebelumnya, sebanyak 210 peserta Olimpiade Astronomi Internasional (International Olympiad of Astronomy and Astrophysics/IOAA) 2015 kembali mengikuti tes observasi, Rabu (29/7) malam, di area Candi Borobudur, Magelang.

Dari diskusi team leader pada tes observasi lanjutan, ada perubahan jenis tes. Jika sebelumnya tes observasi hanya ada tiga jenis tes wajib dan satu tes cadangan, pada kelanjutan tes kedua, tes cadangan, yakni planetarium, diubah menjadi tes wajib. Dengan begitu, peserta IOAA harus melaksanakan empat jenis tes wajib, yaitu tes naked eye dan small telescope yang telah dilaksanakan Selasa (28/7) malam, serta main telescope dan planetarium.

"Tes planetarium ini dilakukan agar peserta mengetahui kondisi langit selatan seperti Indonesia yang akan menjadi objek pada tes main telescope selanjutnya," kata juri IOAA 2015 Dhani Herdiwijaya di Magelang, Jawa Tengah, kemarin (Kamis, 30/7/2015) .

Tes planetarium yang berlangsung di Hotel Manohara sejak pukul 17.00 WIB itu dibagi tujuh sesi. Pasalnya, hanya ada dua planetarium yang bisa digunakan. Tiap satu planetarium mini berdiameter 5 meter itu maksimal diisi 15 peserta dan setiap peserta diberikan waktu 20 menit.

Setelah tes planetarium selesai, tepat pukul 21.00 WIB, tes observasi dilanjutkan dengan tes main telescope di Lapangan Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, sampai tengah malam, pukul 00.00 WIB. Tes main telescope terdiri atas enam sesi.

"Langitnya sempat tidak stabil karena masih berawan. Namun, saat malam, awan tebal berangsur menghilang hingga peserta bisa mengikuti tes main telescope," tutur Widya Sawitar, juri olimpiade lainnya.

Untuk tes main telescope, panitia telah menyiapkan 47 unit Teleskop Barride Optic A-102. Hingga usai, jenis tes observasi yang terakhir kali itu tak menemui kendala berarti.

Kemarin, sepanjang hari, peserta melanjutkan dengan tes olimpiade lainnya, yakni tes teori, analisis data, dan kompetisi tim, untuk bersaing menjadi yang terbaik.(*/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya