Cukup Berlibur Enam Kali Tahun Ini

CNBC/Theresia Putri/E-1
29/7/2015 00:00
Cukup Berlibur Enam Kali Tahun Ini
(MI/SENO)
SEBUAH penelitian tentang kegiatan bepergian dan berlibur baru-baru ini menunjukkan fakta menarik.

Hasil riset menyebutkan para miliarder Amerika Serikat (AS) berencana menghabiskan US$13 ribu (sekitar Rp170 juta) tiap kali berlibur.

Mereka rata-rata berencana berlibur enam kali sepanjang tahun ini.

Penelitian lainnya yang dilakukan BMO Private Bank menunjukkan kebanyakan jutawan bepergian di minggu senggang, selama musim semi dan musim gugur.

Hanya satu dari lima orang yang kukuh memilih hotel bintang lima, sedangkan sisanya tidak enggan menginap di rumah orang yang menyewakan rumah.

Penelitian tersebut menunjukkan pada masa kini kekayaan tidak sekadar digunakan untuk membeli barang, tetapi lebih dari itu.

Kekayaan memungkinkan seseorang untuk bepergian dan mencari pengalaman.

Melancong telah menjadi semacam gaya hidup bagi miliarder.

Kondisi itu turut mendorong muncul dan berkembangnya hotel-hotel berbintang, pesawat berkabin mewah, perusahaan jet pribadi, konsultan perjalanan, dan bisnis terkait yang lain.

Berdasarkan riset tersebut, dua pertiga responden miliarder berencana melakukan lebih dari tiga kali perjalanan berlibur dan rata-rata ingin merealisasikan enam kali perjalanan liburan tahun ini.

Orang-orang kaya asal Florida, AS, paling royal dalam menyediakan anggaran liburan.

'Para orang kaya Florida ini dapat menghabiskan 51% lebih banyak uang untuk bepergian daripada orang-orang lainnya', demikian ditulis The Business Journal, pekan lalu.

Meskipun demikian, mereka semua cukup hati-hati membelanjakan uang. Sebanyak tiga perempat memilih terbang dengan kelas ekonomi.

Walau punya anggaran besar, ternyata orang-orang kaya AS cenderung berlibur ke tempat yang dekat.

Sebanyak 89% responden memutuskan hanya berlibur di AS, setidaknya satu kali dari total liburan mereka.

Setelah itu, mereka memilih pergi ke Eropa dan tujuan favorit lainnya seperti Kanada (20%), Asia (25%), dan Meksiko (22%).

Para miliarder rela menghabiskan belasan ribu dolar untuk berlibur bukan berarti tidak ada cara bepergian dengan murah.

Belakangan juga gaya melancong backpacker makin digemari.

Alih-alih menginap di hotel yang mahal, pelancong backpacker tidak segan tidur di dalam kantong tidur dan di sembarang tempat.

Mereka biasanya melatih diri kuat berjalan kaki atau naik kendaraan umum untuk sampai tujuan.

Bepergian ala backpacker diklaim menawarkan lebih banyak pengalaman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya